Hoccus Foccus…


         Akibat kurang fokus dan tak teliti membaca disposisi jadi gini akibatnya :

     Sejak pagi saya sudah disibukkan dengan aktivitas rapat mingguan dan bertemu tamu guna membahas permasalahan yang harus diselesaikan. Tepat jam 12.10 WIB semua aktivitas saya selesai dengan sukses. Lelah dan konsentrasi mulai butuh recharge ulang. Disaat keluar ruang rapat, saya lihat sang Boss alias atasan saya  keluar dari ruang Dirut dengan tergopoh-gopoh dan memanggil sambil menyodorkan surat undangan untuk dihadiri segera pada pukul 13.30 WIB siang ini. Syuuuuttthh…jantung ini rasanya jatuh di kubangan gletser…dingin dan gak bisa ngomong apa-apa. Lelah ini kadang membuat saya merasa sedih…

     Okelah saya lihat jam sudah pukul 12.25 WIB, saya belum makan siang dan shalat dzuhur, setidaknya saya butuh 1 (satu) jam buat itu semua dan istirahat sejenak dengan segelas kopi. Namun rasanya hal itu tak bisa dipenuhi semua.

    Setelah makan ala kucing garong dan selesai shalat saya langsung mohon izin dengan kedua Boss besar untuk segera ke Bank Indonesia (BI) menghadiri rapat dimaksud.

       Siiip,  duduk nyaman di bluebird dan tinggal perintah ke lokasi yang diminta layaknya raja saya mulai baca ulang lagi, apa agenda rapat dan pembahasan yang akan dibahas di BI nanti. Ding Dong….Mata tua ini memandang tak yakin pada tanggal undangan yang tertera di surat undangan. Oke, hari ini adalah selasa tanggal 3 Maret 2015 dan saya baca berulang-ulang undangan itu untuk hari selasa tanggal 10 Maret 2015, artinya undangan ini berlaku untuk minggu depan alias bukan hari ini….Kamvvreeeetth….jadi buat apa gue ada di taksi mahal ini sekarang.

     Baiklah, …pak supir tolong antarkan saya kembali ke kantor saya pak, otak saya teringgal di meja kerja tadi…!!

     Oke sepanjang perjalanan balik saya berfikir untuk balas dendam saya Boss besar yang sompret sontoloyo itu telah yang memberikan disposisi “gendandapan” kepada saya tanpa basa basi dan tanpa uang transportasi juga….karena saya harus bayar taksi mahal ini hanya untuk sekedar jalan-jalan muterin lapangan banteng gak jelas gini….mending juga ngopi di starbuk…mahal ada nikmatnya. Siiip 50 Ribu melayang sia-sia buat 10 menit jalan-jalan naik taksi mahal.

       Tapi masih bersyukur saya belum sampai tempat tujuan, seandainya saya kesana pun mungkin bukan cuma otak yang ketinggalan tapi rasa malu yang tak terperikan…saya akan ternistakan di Bank Indonesia senista nistanya…bisa-bisa saya akan dianggap lebih rajin dari iblis yang selalu menggoda manusia setiap detiknya, bayangkan saya sudah datang rapat seminggu sebelumnya…mau nyari kavling apa…?!?

    Oke Plan A lapor Atasan Langsung :

(PB) : “Bu,…saya terpaksa kembali ke kantor…!

(Boss) : “…Loh kenapa Pak, bukannya tadi sudah ijin mau ke BI, jadi siapa yang pergi kesana buat wakil kita…??”

(PB) : “…Tak ada Bu…!”

Perbincangan lima menit dengan alasan yang sudah saya siapkan dan saya perhitungankan akibatnya pada akhirnya berhasil. Sang Boss terlihat memerah wajahnya karena saya bantah terus dan saya bersikeras untuk tetap di kantor. Sampai sang Boss akhirnya bicara perlahan : “…ada apa dengan pak Hery, kok tak seperti biasanya begini…?” oke saya langsung jawab : “…Bu, saya sebisa mungkin akan datang tepat waktu sesuai jadwal undangan, tapi saat ini saya tak bisa tepat waktu dan saya tak mau…karena memang undangannya bukan buat hari ini Bu…tapi buat minggu depan…!”

(Boss) : “…Jadi…??? …..sempet lama terdiam (Blank akut) ya sudahlah” Perbincangan kembali melunak dan akhirnya jadi tertawa terpingkal-pingkal setelah saya jelaskan. Beres plan A sukses mallliiiihhh…

       Sekarang Plan B, lapor kepada sang pendisposisi :

Perbincangannya sama sih gak berubah, hanya saya dramatisir lebih mendalam seakan-akan saya menolak tugas Boss Besar. Perbincangan makin panas dan mimik Pak Boss sudah berubah drastis.

(Pak Boss) : “…kamu punya masalah apa sama saya sampai-sampai kamu menolak hadir sesuai disposisi saya…?!?”

(PB) : “…Masalahnya undangan ini bukan buat hari ini Pak, tapi buat minggu depan…!!”

(Pak Boss) : “…Jadi…???”

(PB) : “…ya gitu deh…”  pak Boss sempet lemot sebentar kemudian tertawa terbahak-bahak…

Oke…oke Pak Boss minta maaf karena tak teliti baca disposisi undangan buat saya dan akan mengganti biaya terbuang sia-sia tersebut, gak perlu sih karena akhirnya malah diajak makan bareng sepulang kerja…siaplah kalo diajak kuliner malam-malam…Jakarta Memang yahuuud.

 Fokus memang perlu tapi teliti juga lebih perlu.

Yang terpenting saya bisa lihat tabiat para Boss yang baiiiiiik hati ini saat marah, Plan A dan Plan B saksesss…

Don’t try this at office

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s