Akhirnya Ke Bali Juga…


     Akhirnya bisa ke Bali.

      Yeeeeiiii…Alhamdulillah akhir tahun lalu ,masih dikasih kesempatan oleh kantor untuk mengikuti sosialisasi tentang Back Door Listing di Pasar Modal Indonesia di Bali, ya di Bali. Sebenarnya seperti mimpi juga bisa di ikut sertakan dalam team sosialisasi pengenalan Pasar Modal Indonesia kepada beberapa tamu yang berasal dari 7 negara. Semula di kantor hanya membantu teman teman yang membutuhkan data mengenai beberapa Emiten di Indonesia yang melakukan Back Door Listing serta melakukan Dual Listing dibeberapa negara. Pekerjaan yang sangat mudah tentunya, toh kami telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap Emiten dimaksud. Sooo…jiika suatu saat ada yang mebutuhkan data terkait Emiten dimaksud, maka dengan hitungan menit kami sudah bisa menyiapkannya. Dan ternyata pekerjaan yang mudah dan tak disangka sangka ini menjadikan saya dan beberapa teman diikutkan dalam team sosialisasi ke Bali ini. Sosialisasi ini adalah kerjasama indonesia dengan negara-negara yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) merupakan sebuah organisasi internasional dengan tiga puluh negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Atau kalo mau mengetahui lebih jauh apa dan siapa OECD itu bisa cari di Mbah Google yahhh…hehe

Bali 1

        Oke, tugas ini sejatinya dilaksanakan selama 3 hari. Hari pertama dan kedua adalah presentasi tentang Back Door Listing di Pasar Modal kepada para tamu kemudian diteruskan dengan presentasi oleh para tamu dari negara tetangga tentang Back Door Listing di Pasar Modal dari negara masing-masing. (Jepang, Swiss, Jerman, Australia, India, Denmark dan Korea) pembicara dan moderator berasal dari Indonesia, Amerika dan Belanda. Sedangkan Jepang sebagai pihak pendukung acara ini secara dia adalah negara maju di Asia yang telah menjadi anggota OECD.  Sosialisai ini dilakukan menjelang dilaksanakannya MEA. Okelah, sosialisasi yang sepenuhnya dalam bahasa Inggris, buat saya hanya bisa diikuti dalam beberapa jam saja. Lewat jam makan siang fokus bahasa tetangga sudah tak terekam lagi. Terutama pembicara dari Jepang dan Korea, bahasa Inggrisnya “agak” susah didengarkan. Jujur, orang Indonesia masih lebih jago dalam berbahasa inggris bahkan logatny pun tak kalah dengan nature-ya.

      Mending gak usah ngomongin kerjaan ya, saya cuma pengen pamer cerita aja sih intinya haha….

     Hari ke-3 adalah hari yang sudah bebas dari tugas. Setelah pemberkasan selesai sejak pagi-pagi tadi, maka waktu yang tersisa sekitar 8 jam lagi sebelum kepulangan ke Jakarta kami manfaatkan untuk sekedar berkeliling Nusadua, terutama wilayah pantai. Kami bangun pukul 4.30 WIT lalu menuju pantai Nusa Dua meenunggu sunrise. Tak terlalu mengecewakan, pagi yang dingin kami nikmati dengan kemunculan matahari detik demi detik.

Bali 5

     Kami menyewa mobil beserta sopirnya merangkap sebagai Guide. Dia yang mengantarkan kami dengan sangat efektif waktu. Pertama kami diajak berbelanja pagi pagi karena menurut dia saat pagi toko souvenir belum penuh pengunjung. Betul juga sih, kami yang kebetulan semua lelaki hanya butuh satu jam untuk berbelanja oleh-oleh yang dibutuhkan. Permintaan orang rumah adalah makanan pie susu khas Bali, baju barong rajut tangan (agak susuah ini) dan kain batik Bali serta beberapa pernak pernik kerajinan tangan. Semua permintaan itu sudah kami dapatkan hanya dalam hitungan beberapa menit. Sedangkan sisa waktu yang tersisa kami gunakan untuk menyempatkan diri mencoba kopi Bali dulu dikedai samping toko sambil ber-istirahat. Praktis kami kaum lelaki hanya butuh satu jam  buat belanja dan ngopi Bali. Bayangkan jika pasangan anda ikut….padahal toko ini besar sekali.

Disini nih...

Disini nih…

     Selesai belanja dan ngopi, kami diajak menuju Uluwatu, pantai tebing. Oke saya tak tahan dengan ketinggian tebingnya karena saya pemilik phobia ketinggian…saya menyerah tak bisa menikamati pantai dari atas tebing…siiiiplah…jadinya saya setelah di foto sekali saja, saya sisanya hanya berdiri manis dibawah pohon bareng monyet bali yang suka jahat mencuri topi atau kacamata wisatawan.

Ini dah mau muntah ini ngeliat ke bawah...

Ini dah mau muntah ini ngeliat ke bawah…

     Perjalanan berlanjut ke pantai Padang-Padang. Ini akses pantai yang enggak sembarang orang bisa masuk dengan bebas katanya sopir, tapi berhubung sang sopir sudah sangat sakti buat urusan seperti ini, maka akses jalan ini menjadi mudah buat kami. Menurut dia akses pantai yang memang dilokasi yang sangat tertutup ini adalah lokasi para wisatawan bule yang ingin berjemur sinar matahari dengan pakaian yang sangat minim. Ini yang sejak semula membuat kami penasaran setengah mati. Okelah jalan menuju pantai harus melewati celah sempit diantara dua tebing. Hanya cukup untuk jalan satu orang. Lalu masuk menembus batu yang berlubang (ini unik juga ini) untuk selanjutnya menuruni anak tangga menuju pantai. Fiuuuuhhhhh ….matahari sudah ada di tengah tengah kepala saat itu. Udara yang panas dilengkapi dengan pemandangan pantai yang juga panas. Para Bule dengan santainya berjemur sambil bercanda dengan pakaian yang aaaahhhhh  sudahlah…..oke dibeberapa tempat masih ada yang pakai bikini, tapi ditempat ini bukan bikin yang dipakai…tapi G-string…siiiplah bertambah sudah dosa ini karenanya….

     Gak betah lama disini, kami sendiri yang jadi risih karena kami kepantai ini dengan pakaian super lengkap ala wisatawan sopan, terlebih sang ustadz juga ikut bersama kami ya sudah…wasallamlah…(maaf saya sudah sortir beberapa foto yang sekiranya pantas ditampilkan, namun saya tak menemukan satu pun foto yang pantas untuk ditampilkan…sebaiknya pembaca kesana saja untuk membuktikannya).

       Perjalan harus terhenti, kami harus ada di Bandara Ngurah Rai sebelum jam 18.00 WIT untuk penerbangan pukul 19.00 WIT, Dari hotel kami di Nusa Dua menuju bandara, kami masih sempat melihat gejala sunset sang matahari dari mobil. Sayang sekali kami tak bisa menikmati sunset sejak datang sampai pulang. namun tak apalah, insya Allah kami diberi kesempatan lagi kesini.

Tak sempat selesai...

Tak sempat selesai…

Teman Perjalanan...

Teman Perjalanan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s