Nambal Bak Mandi – Bagian Kedua


     

     Minggu lalu adalah menambal bak mandi episode pertama. Bisa dibilang kasil karya yang kemaren gagal total. Meski air memang lambat habisnya, namun tetap tambalan kemaren masih bocor dan ini sungguh tidak nyaman. Terlebih pada pagi hari dimana kesibukkan tingkat tinggi ada diwaktu ini. Ketika akan berhajad namun bak mandi kosong adalah sebuah kekesalan.

     Sabtu kemaren acara nambal bak mandi bagian kedua dilakukan. Kali ini dilakukan peng-ngetrikan, apalah bahasanya menurut ilmu bangunan aku tak tahu, yang pasti dsepanjang garis nat atau garis pemisah antara keramik aku ketrik dengan pahat perlahan lahan agar ada ruang terbuka untuk dimasuki semen.

     Setelah dibersihkan dari sisa sisa kotoran dan debu, peramuan semen dilakukan lagi. Kali ini campuran semen dan air diramu menjadi lebih kental, mirip kekentalannya dengan pasta gigi. Satu persatu garis pemisah saya lekatkan semen tadi. Hasilnya lumayan lebih rapi dari minggu lalu. Setelah semua tertutup rapi. bak mandi saya sterilkan dari percikan air, sata tutup dengan terpal plastik meja makan, dan saya mandatkan keseluruh keluarga agar terpal plastik ini akan dibuka pada minggu malam agar kekerasan semen menjadi maksimal.

     Alhamdulillah…setelah diisi air sampai penuh pada malam harinya, hingga Senin subuh tadi air bak tetap padfa posisi yang sama seperti pengisian pada malam harinya. Fiiiuuuuhhhh…kerja keras…*yaellllah yang begini disebut kerja keras…Sabtu kemaren membuahkan hasil yang positif…saya terpuasi…Alhamdulillah.

     Terrnyata, kegagalan yang pertama membuat saya memiliki pengalaman yang membuat saya berfikir sedikit lebih keras…*ya ampuuun ngerjain begini aja pakai berfikir keras….dan mereka reka apa yang harus dilakukan agar hasilnya bisa lebih baik dari kemaren…ya akhirnya dengan metode “ngetrik” itulah kutemukan jalan yang lurus…Halllllaaahhh….dan hasilnya …tarrrraaaa…bak mandi tidak bocor lagi…terima kasih Tuhan atas segala yang telah Engkau sematkan didalam tempurung kepala ini…terima kasih atas sisa sisa kilobyte ruang kosong yang masih Kau berikan didalam otakku…dan terimakasih atas ilmu yang telah Kau berikan untukku…semoga aku makin menghargai otak lemot ini dan masih tetap mau menggunakannya meski kecepatannya sudah sering bikin sakit kepala….Alhamdulillah…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s