Bulan Kami di 2 November


         
           Aku memang bukan lelaki yang romantis. Perjalanan asmaraku berjalan normal seperti kehidupan kebanyakan orang, tak pernah ada belaian manja dirambut untuk sang kekasih, tak ada ucapan-ucapan mesra atau kata menghalus memanja saat kami berkencan, tak ada peristiwa-peristiwa istimewa yang bisa saya lakukan untuk sang kekasih atau pasanganku disaat yang istimewa, tak ada hadiah coklat atau buket bunga idaman, juga tak pernah ada untaian-untaian kata rayu mendayu melankolis dalam secarik kertas warna merah jambu dihari-hari istimewanya. Biasa saja…dan aku menikmati kebiasaan yang biasa ini dalam kehidupan asmaraku sedari awal kami merangkai janji dan bersumpah sehidup semati hingga sampai saat Allah mempercayaiku mempercayai kami  dengan menghadiahi kami sepasang anak yang Alhamdulillah sehat-sehat, pintar-pintar, lucu dan juga nakal. Lengkap satu paket.
 
mawar
          Tak ada juga tempat-tempat istimewa bagi kami. Bagiku, tempat yang sunyi, tenang dan jauh dari hinggar bingar keramaian adalah sudah sangat lebih dari cukup. Aku adalah pria penyuka keheningan. Berbeda dengan kekasihku pujaan hatiku, kesukaannya akan travelling dan keramaian dan serba hinggar bingar sosialitanya, sering membuatku tersiksa. Kami tak pernah memaksakan tempat favorite kami satu sama lain agar bisa diterima, tak pernah. Yang dia tahu, bahwa aku pasti akan memilih suasana desa terpencil atau camping digunung dilokasi yang tidak semestinya dibanding suasana pantai. Dan aku hanya tahu, bahwa tempat favorite pasanganku adalah suatu tempat dimana harus terdapat  3 orang atau lebih. Artinya semua tempat bisa dia sukai dimanapun atau apapun.  
 
       Istriku seringkali mengeluhkan sikap dan sifatku. Terkadang dia mengharapkan sesuatu yang istimewa dihari yang istimewa, tapi nyatanya aku hanya bersikap biasa saja. Meski aku tahu kapan hari-hari istimewa kami terjadi, namun tetap saja aku bersikap seolah tidak ada yang perlu diistimewakan. Yang aku tahu pada hari-hari itu biasanya istriku membuat sesuatu yang berbeda dari biasanya. Misalnya membuatkan makanan kesukaanku atau mengenakan pakaian yang menurutku “berlebihan” bila hanya untuk dirumah.  Aku tahu, sikap istriku yang demikian adalah ungkapan perasaannya dihari istimewanya dan dia pun mengharapkan sesuatu yang juga berbeda dari aku, tapi tetap saja aku masih bersikap bodoh.       Besok, tanggal 2 November adalah tanggal teristimewa buat kami berdua. Ditanggal itulah sebuah awal dari antiklimaksnya seorang laki-laki, aku, mengungkapkan perasaan hati yang sesungguhnya melalui lisan ini, mulut ini, lidah ini terhadap lawan jenis. Ditanggal itu, aku pertama kali merasa jadi seorang lelaki sejati, lelaki yang untuk pertama kalinya berhasil melalui ujian terberat dalam awal dikehidupan selanjutnya, lelaki yang ingin belajar bertanggung jawab,  menjadi lelaki tangguh. 

Aku harus mengucapkannya dengan terpatah-patah dan dengan hantaman emosi yang tidak beraturan di hati yang bergejolak tak beraturan, diluar batas kemampuan hati dan otak untuk meredamnya, dengan tetesan air mata yang tidak disadari keluar bukan karena sedih tapi karena ketegangan berat di sanubari terdalam, dikekeluan lidah yang tak bertulang mengalir 10 kata yang teruntai dalam sebuah kalimat bombastis yang seakan-akan efeknya bisa mengacaukan peredaran garis rotasi bumi dan planet-planet di Galaksi Bima Sakti. “….Aku suka sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku…..”. Hanya sepuluh kata….ya sepuluh kata….tapi untuk mengucapkan dalam sebuah kalimat pendek dan cepat aku membutuhkan waktu hampir 3 tahun..!!! dan itupun tidak bisa aku ucapkan dengan baik dan benar….aku harus mengulang sampai 3 kali untuk dapat mengucapkan kalimat itu dengan baik dan benar….!!! (saat itu calon istriku hanya bilang “…Apa..?”  sampai dua kali. Setelah itu kami hanya terdiam, tak ada kata sepatahpun, tatapan mata kami sudah tak seperti biasanya lagi, kuping merah dan panas membara, hati  terjatuh sampai batas pijakan tapak kaki terbawah, otak kramp sampai titik prosesor terendah, nafas se-akan-akan tidak melawati jalur yang sesungguhnya, jantung dan paru-paru seakan tak hanya butuh oksigen untuk berdegup normal tapi juga butuh polutan lain, disinilah untuk pertama kalinya susunan metabolisme tubuh bergerak tak beraturan dan tidak bekerja dengan semestinya. Galau…Kacau…

Sebuah kalimat yang sebetulnya tak akan mempunyai arti dan makna apa-apa bagi yang tak memiliki perasaan cinta tulus suci murni tarhadap calon pasangannya, tapi akan mempunyai efek yang bombastis jika diucapkan oleh seseorang yang mempunyai “rasa” pada calon kekasihnya. Siapa yang mau menyangkal…???   siapapun yang pernah jatuh cinta dari lubuk hati yang terdalam, maka untuk mengucapkan 10 kata yang terangkai dalam kalimat ini kepada kekasih pujaan hatinya sama seperti sukarnya berjalan diatas lapisan es beku laksana kaca yang dilumuri minyak goreng….!!!.

Tanggal itu adalah hari dimana aku mengungkapkan perasaanku pada wanita yang sekarang menjadi istriku. Kalimat yang aku ucapkan dengan pertaruhan harga diri sebagai lelaki dewasa, kalimat yang aku ucapkan dengan persiapan yang paling panjang dalam hidupku, kalimat yang membuat dunia kami seakan berhenti berputar dalam beberapa menit, kalimat yang membuat aku yang pada akhirnya menjadikan aku sebagai seorang lelaki yang bertanggung jawab sampai detik ini, kalimat yang menyatukan hati kami satu sama lain hingga sebisa mungkin abadi di keabadian nyata alam firdaus.

Selamat hari jadi yang ke-24 kita, Istriku….semoga masih banyak waktu untuk bisa membahagiakanmu dilain waktuku….anggap saja kekuranganku ini sebagai waktuku yang tertunda dalam memberikan apa yang kau mau….meski entah sampai kapan bisa kubayarkan janjiku….

N.B: Thanks to : 1. Allah yang menciptakan waktu, bumi, Adam dan Hawa, 2. Guns N Roses yang mengilhami cinta kami, 2. Gubuk mie ayam di SMAN 99. 3. Hujan yang membuat kami harus berteduh di gubuk mie ayam,  4. rasa cinta yang ada dimasing-masing diri manusia.

Berhubung cinta sejati itu mutlak hanya bisa dimiliki oleh Allah semata, maka aku hanya bisa mencintaimu dengan cara dan kemampuanku sebagai manusia biasa…semoga berkenan….Amin.

Family

          
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s