Nikmatnya Ber-Kereta


     Sejak diberlakukannya tarif progresif kereta komuter line Jabodetabek tanggal 1 Juli 2013 lalu, baru hari ini (5 Juli 2013) saya berkesempatan menikmati tarif baru kereta komuter line yang memang murah meriah. Sebetulnya tak ada niatan untuk mencoba naik kereta hari ini, namun karena suatu hal yang memaksa saya harus naik kereta.

     Sejak kemarin (4 Juli 2013) ada tugas luar kota yang harus saya selesaikan hingga akhir pekan di Bogor. Saat itu saya lebih memilih naik motor dari Depok ke Bogor, karena jalur Depok – Bogor yang saya lalui adalah jalur favorite para biker dari Jakarta yang akan menuju luar kota (Bogor, Puncak, Cianjur sampai Bandung). Jalurnya penuh variasi kelok-an kiri kanan naik turun yang memungkinkan untuk cornering (downknee) dan trek lurus yang bisa membuncahkan adrenalin. Cocok buat yang hobby touring jarak pendek. Selain jalan yang relatif halus mulus suasana yang lebih sepi dari jalur utama serta kondisi alam dan masih banyaknya pepohonan menambah sensasi perjalan makin menarik. Saya pribadi menyebut jalur ini adalah jalur Laguna Seca-nya Depok, hehehe…

     Baru semalam menginap di Bogor, saya mendapat berita dari kantor di Jakarta bahwa besok pagi ada meeting mendadak dari level bawah ke atas yang harus diikuti. Hujan yang terus mengguyur Bogor (sesuai dengan julukannnya sebagai kota hujan) membuat saya malas untuk pulang malam hari itu juga demi datang tak terlambat esok hari. Teman yang berkendara mobil tak menemui kesulitan menembus derasnya dan dinginnya cuaca Bogor, tapi aku…lebih baik mengalah pada Alam. Toh motor sebagus apapun tak akan menjamin kita bisa selamat dan sehat sampai rumah, terlebih malam hari dengan cuaca yang lumayan extreme. Lebih baik tidur dan beristirahat, baru besok pagi bisa geber motor lewat jalur Laguna Seca.

     Pagi hari hujan masih rintik-rintik, tapi kewajiban datang harus dilakukan, terlebih staff-ku pesan untuk Kadiv ke bawah wajib hadir. Terpaksa Honda Black Repsol 1250cc aku geber menembus rintikan hujan. Jujur…dingin banget man. Jarak Bogor Depok pagi itu hanya butuh 40 menit. Namun karena rintikan hujan menggangu pandangan terlebih di Jakarta pun cuaca relatif tak berbeda dengan Bogor, aku putuskan untuk ganti transportasi ke kereta komuter. Di stasiun Depok Lama motor aku titipkan dengan pesan “jaga baik-baik Bang…” lalu bergegas ke loket tiket.

     Loket relatif masih ramai pagi itu, saya ingin juga membuktikan tentang turunnya tarif baru yang telah diberlakukan kemerin. Terbukti juga berita dikoran bahwa harga tiket untuk kereta komuter line turun hingga 50%. Sebelum tarif progresif diberlakukan, biaya yang dikeluarkan untuk jarak dari Stasiun Depok ke Stasiun Juanda atau Stasiun Kota dipukul rata adalah Rp. 8.000, namun kini hanya Rp. 4.000 saja jika turun di Stasiun Juanda. Mantaaabh… Sistem tarif progresif untuk kereta commuter line Jabodetabek dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati oleh penumpang. Lima stasiun pertama dikenakan tarif Rp 2.500, selanjutnya per tiga stasiun dikenakan tambahan Rp 500. Tarifnya benar-benar murah. Itu yang jelas saya rasakan sekarang, cukup bayar setengahnya dari tarif semula.

     Kereta yang lumayan penuh sesak itu aku maklumi, karena banyak pengguna kereta ekonomi yang beralih ke kereta komuter line. Saya rasa ide ini adalah yang terbaik, dengan memindahkan sebagian penumpang kerete ekonomi ke kereta komuter line, akan mengurangi pemandangan yang mengerikan yang hampir tiap hari saya lihat. Penumpang naik diatap kereta itu sudah tradisi, mudah-mudaha-an dengan adanya ketentuan tarif baru ini membuat para penumpang mempunyai pilihan yang bagus dan tidak ada lagi pemandangan seram dan berkurangnya kecelakaan yang ditimbulkan.

     Selain tiket harian yang ditawarkan, ada juga tiket multi trip. Saya belum tertarik untuk tiket multitrip, saya masih melihat situasi kedepan-nya dulu. Kalau pelayanan makin baik mungkin aku akan lebih memilih kereta komuter line sebagai moda transportasi andalan menggantikan tugas Black Repsol-ku dikeseharian.

     Situasi berubah drastis ketika aku harus kembali siang hari menuju Depok. Kereta yang pagi harinya penuh sesak, siang ini terasa nyaman sekali. Penumpang terlihat santai dan menikmati perjalanan. Sayapun bisa memilih tempat duduk yang disuka, betul-betul nyaman. pendingin udara bekerja maksimal, lantai yang bersih wangi parfum dan suasana yang hening membuat perasaan jadi tentram.  Sambil menikmati gadget ditangan,  saya ber-andai-andai jikalau hal seperti ini terus berlaku pada pagi hari dan setiap harinya di kereta komuter line Jabodetabek, Aaaahhh…betapa nikmatnya berkereta…itu pasti…! Dan saya akan benar-benar mengurangi tugas Black Repsol-ku.

 IMG_20130705_142539

Iklan

6 comments on “Nikmatnya Ber-Kereta

  1. mantab emg naek krta, tp brusn dpt kbr klo pnerpn sistem elektronikny msh amburadul mz. btw dr kbtr g dsediain mobil dinas mz… br amn dr ujan.

    • Mobil dinas sih ada…tapi minjemnya ribet, penuh birokrasi…sekalinya dah dapet nanti yang lain tiba-tiba mau ikut numpang…hehehehe belum lagi tanggungjawabnya…ah…mending naik motor aja Go…lebih fleksibel dan dinamis…sitem tiketing emang kita masih harus banyak belajar…semoga aja lancar kedepannya…

    • Kalo sekarang-sekarang jangan dulu naik kereta komuter…belum stabil kondisinya…kecuali kalau siang hari dan arahnya ke Bogor atau dari Bogor sekalian …baru bisa naik nyaman seperti yang gambar saya Boss…hehehehe

    • Semestinya memang bandung ada Kereta komuter juga, tapi rasanya belum ada issue yang positif…mari kita tunggu saja Sis’…BTW makasih dah mau mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s