Rokokmu Adalah Bahaya Bagi Yang Lain…


Kemarin sore sepulang kerja ada sedikit musibah kecil yang saya alami, tapi meskipun kecil permasalahannya namun bisa berakibat sangat fatal bagi jiwa. Entah kenapa masih ada pengendara motor yang bisa mengendarai motornya dengan kecepatan diatas 50 Kpj sambil menikmati rokok.

Seperti biasa, tradisi saat jam pulang kerja adalah saat yang paling menyenangkan buat saya untuk menikmati perjalanan pulang. Tak perlu panik mengatur waktu perjalanan seperti saat pergi kerja. Tapi kenikmatan perjalanan sore itu terganggu saat tiba-tiba mata ini terkena serpihan abu rokok dari biker yang tiba-tiba mendahului saya. Mata terasa perih bukan kepalang, secara reflek tangan kiri mengusap mata dan nyaris mencelakai pengendara motor di belakang saya, karena saya bergerak secara signifikan karena terkejut. Sempet juga beberapa pengendara membunyikan klakson mungkin karena terkejut juga. Saya hentikan motor disisi paling luar jalan, mata terasa sangat perih dan airmata secara otomatis keluar.

Dari kaca spion saya lihat dan dapati abu rokok masih menempel dimata. Mata jadi memerah dan berair, sangat perih. Setelah saya basuh dengan air mineral dan redakan mata merah dan perih dengan obat tetes mata, saya tenangkan diri saya. Syukurlah biker dibelakang saya tahu kejadian yang saya alami. Dia turut membantu memberikan sebotol air mineral dan memberikan saya obat tetes mata dan menemani saya ngobrol sampai saya siap melamjutkan perjalanan. Ampun sungguh durjana biker yang mendahului saya sambil merokok dengan kecepatan seperti itu.

Terima kasih buat Brother Alfian pengendara Pulsar 220 warna biru, yang meluangkan waktunya untuk beramal semoga Allah yang membalasnya berlipat ganda, Amiiiiiiiin…..

Semoga saja tak ada korban lagi karenanya.

Tak tahulah siapa gerangan biker durjana itu, datang sekelebat lalu hilang tiba-tiba bagaikan iblis jalanan…hehehe jadi memaki sendirian.

Cerita Soal Jembatan Penyeberangan…


Jika harus memilih untuk menyeberang jalan, mungkin sebagian besar orang termasuk saya akan memilih menyeberang jalan dengan cara yang tidak melelahkan dan cepat dilakukan. Meskipun semua tahu bahaya dan resiko yang ditanggung tidak main-main, cacat fisik atau bahkan nyawa taruhannya. Terlebih di jalan raya Jakarta. Dalam hal ini Dinas Perhubungan (CMIIW) sudah berusaha untuk memfasilitasi sarana dan marka jalan bagi pengendara ataupun pejalan kaki. Seperti pembuatan jembatan penyebrangan, zebracross atau lampu bagi penyeberang jalan.

Namun tidak dipungkiri bahwa masih banyak para pejalan kaki yang memilih untuk menyeberang tanpa menggunakan jembatan penyeberangan. Banyak alasan yang menjadikan mereka dan mungkin juga saya untuk memilih menyeberang tanpa menggunakan sarana penyeberangan yang disediakan. Saya punya alasan yang klise, pertama, capek kalo harus nanjak dulu untuk menyeberang, kedua, gak nyaman rasanya kalo harus berbagi tempat dengan kaki lima yang berdagang di jembatan penyeberangan bahkan tukang ojek, ketiga, rasa tidak aman ketika harus menyeberang dimana banyak sekumpulan orang gak jelas nongkrong di jembatan penyeberangan (preman, pengamen dan pengemis kadang ada juga banci yang lagi arisan), keempat, saya memiliki phobia ketinggian dan menjadi berkeringat dan berdebar-debar ketika melihat kebawah. belum lagi efek lain yang ditimbulkan dari menyeberang tidak ditempatnya seperti, kemacetan dan kesemrawutan. Namun terlepas dari semua alasan saya tadi, MENYEBERANG BUKAN DITEMPATNYA ADALAH SEBUAH KESALAHAN BESAR…!.

Dari Google Mungkin bagi sebagian besar orang, alasan saya yang pertama adalah merupakan alasan terbesar bagi mereka juga, CAPEK KALAU HARUS NANJAK DULU…apalagi kalau nanjaknya sambil bawa barang belanjaan berkilo-kilo, bareng orangtua pulak, bawa anak pulak, belum lagi kalau menyeberangnya di tengah hari bolong…panas cuy…oiya perlu di ingat, di Jakarta itu mataharinya satu orang dua…jadi bisa dibayangkan betapa panasnya kota Jakarta. Memang sudah ada banyak penyeberangan yang menggunakan atap penyeberangan, tapi biasanya lokasinya ada disekitaran ring satu dan dua saja, sekitaran Istana Negara, jalan Jenderal Sudirman, Kuningan, Gatot Subroto atau di sekitaran gedung-gedung pemerintahan. Bahkan ada beberapa jembatan yang dilengkapi dengan fasilitas lift yang sejatinya hanya digunakan bagi penyeberang cacat fisik, bagus juga.

Jembatan dengan lift

 Seandainya Dinas Perhubungan mau bekerjasama dengan Batman, mungkin bisa meciptakan sebuah jebakan yang ampuh bagi penyeberang jalan dan ini juga buat kebaikan bagi si peneyeberang jalan itu sendiri termasuk saya. Tapi sebetulnya cara ini bisa dilakukan bagi Dinas Perhubungan tanpa campur tangan Batman.

Semua gambar diunduh dari google

Semua gambar diunduh dari google

 Dari alasan saya yang pertama yang juga menjadi alasan favorite sebagian besar para penyeberang jalan, sebetulnya bisa dianalisa bahwa sebagian orang kita itu adalah pemalas….! bahkan demi kebaikan diri sendiripun mereka malas dan lebih memilih resiko yang lebih besar. Bayangkan saja, demi tidak  mau nanjak dulu saat menyeberang, keselamatan nyawa diabaikan. Disini mestinya Dinas Perhubungan harus merubah sistem penyeberangan yang telah ada. Dari harus nanjak dulu diganti dengan harus turun dulu. Artinya jembatan penyeberangan yang telah ada diganti dengan lorong penyeberangan, dimana saat menyeberang sang penyeberang tidak harus nanjak dulu tapi harus turun dulu. Inilah kuncinya, orang kita itu harus dikasih enak dulu atau tepatnya lebih suka memilih enak dulu dan untuk selanjutnya terserah nanti.

Google juga

Google juga

Saya jamin, alasan pertama akan dilupakan, dan beberapa alasan lain juga bisa dieliminasi. Semoga saja nanti kedepannya semua jembatan penyeberangan akan berganti menjadi lorong penyeberangan, apalagi kalo semua lorong penyeberangan dilengkapi dengan fasilitas yang standar, seperti ada pendingin udara, toilet, tempat sampah, kios-kios dagangan, perpustakaan, multimedia gratis, restauran, cafe, butik, bioskop, spasauna, pijat, hotel kalau perlu ada lapangan futsal-nya, gak pake panas dan jantung berdebar-debar karena ketinggian….pasti gak ada penyeberang jalan yang punya alasan aneh-aneh lagi, selain nyawa aman tentram nempel ditubuh, peraturan bisa ditaati dengan benar, jiwa dan raga pun juga nyaman dengan fasilitas yang ada di lorong penyeberangan…

 Jadi gak perlulah ada jebakan Batman.

Batman

 Ada yang sependapat atau ada yang mau komentar, monggo silahkan…..

9 Maret Yang Kedua-Dicopas Kembali…


images 1

     Gak terasa blog yang aku miliki ini sudah berjalan dua tahun, tepatnya tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan sekarang. Tapi ini sebetulnya bukan merupakan pengalaman baru buatku untuk nge-blog. Dulu sebelum mengenal lebih jauh dengan wordpress, aku memulai ngeblog (sekitar tahun 2007-an) dengan menggunakan fasilitas friendster dan blogger. Meski aku punya dua blog, namun isi kedua blog itu relatif sama. Artinya apa yang ada di Friendster dengan apa yang ada di Blogger ada kemungkinan sama. Sempat mengalami kevakuman tingkat akut pada tahun 2009-an, alias malas sekali buat nulis. Hingga tanpa disadari fasilitas friendster saat itu sudah tidak bisa digunakan lagi (kalo gak salah diambil alih oleh pemilik dari Malaysia..entah…CMIIW). Memang sebelumnya ada peringatan bagi pengguna friendster untuk menyelamatkan data-data yang tersimpan didalamnya. Aku hanya bisa menyelematkan sebagian kecil tulisan yang ada, sayang sekali.

     Untuk Media Blogger, entah rasanya aku jadi gak sreg lagi buat nulis sejak blog kembarannya hilang. Maka ke-vakum-man-nya bisa dibilang lebih akut lagi, dan tidak konsisten. Kemudian baru pada tahun 2010-an ketika seorang teman asyik mengutak-atik tampilan header halaman blog-nya aku mulai tertari bikin blog lagi. Kali ini aku masuki media WordPress (2011). Ternyata lebih “sesuatu” dibanding blogger atau friendster. Sebagai tulisan pertama, aku ambil dan copas dari tulisan aku yang sempat aku simpan di friendster dan blogger. Banyak waktu saat itu hanya untuk mendalami wordpress lebih jauh dengan segala kelebihan yang belum aku rasakan sebelumnya. Tidak konsisten dengan judul header dan tampilan header dan sebagainya. Pokoknya mempelajari terlebih dahulu.

images api 1

Pertengahan tahun baru aku mulai menulis lebih banyak, meski tak berharap banyak pendatang yang mampir untuk sekedar “just say hallo” dan sebagian besar masih berbentuk draft dan belum di publish. Aku mulai mengikuti gaya dan etika menulis sambil sekedar lempar komen ke blog tetangga baruku. Aku gak percaya diri untuk ikut-ikutan nitip lapak ke tetangga meski itu katanya boleh dan sah-sah aja selama yang di-titip-i tidak keberatan. Bagiku menulis itu awalnya hanya sekedar untuk curhatan pribadi saja. Namun kesininya aku mulai membuka diri. ternyata asik juga juga bisa saling share ilmu apapun di dunia blog.

      Makanya sekarang Alhamdulillah banget kalo aku lihat stats, ternyata jumlah pengunjung tiap hari bertambah dari semula yang hanya satuan individu  sampai sekarang udah ribuan individu (gila “seswatu” banget…), meski bukan blogger kelas premium yang kalo nulis komen para tamunya bisa sampe ratusan,  bagi aku udah dikunjungi sekian tamu aja udah seneng  apalagi sampai di komenin ratusan tamu…hahaha…..Tapi ajaibnya, sekarang udah ada beberapa sahabat blogger yang mau jadi follower meski yang di-ikuti adalah seorang blogger yang kadang gak jelas tulisannya…hahahahahah…tapi Swear…!!! makasih banget bagi yang udah mau jadi follower dan yang udah ngasih komen, semua itu sangat berharga bagi aku untuk penyemangat bagi tulisan-tulisan aku yang akan datang. Semoga aja yang jadi follower gak ikut tersesat…hahahahhaaa…

Aku hanya bisa berharap, semoga aku bisa terus menulis meski tulisannya kadang gak konsisten disatu bahasan. Karena aku ingin memiliki kebebasan menulis dalam segala hal, meski katanya tulisan yang seperti itu gak bisa dilirik secara finansial.

      Yang gak kalah pentingnya disini adalah ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para Follower, bagi para tamu yang gak diundang (justru ini yang diharapkan para blogger…), para sahabat tetangga sebelah yang sering kasih komen, bagi semuanya yang “anthusiast” dengan blog ini….sekali lagi terima kasih, tanpa kalian semua tak ada artinya semangat yang aku miliki.