Derita Si Pinggang Renta


    Sudah hari kedua pinggang bagian bawah diatas bokong SPB terasa nyeri.  Kali ini nyerinya lebih terasa membuat tidak nyaman. Sebagai pengendara kendaraan roda dua, mungkin keluhan sakit pinggang adalah hal yang lazim dirasakan hampir setiap harinya. Banyak penyebab yang memungkinkan pinggang kita terasa nyeri, setelah berkendara dengan motor. Seperti cara duduk dan posisi kemudi bisa juga mempengaruhi kinerja pinngang kita, gaya berkendara, beban kendaraan dan bawaan, situasi jalan (biasanya situasi jalan macet, polisi tidur, garis-garis kejut dan jalan berlubang serta kasar sedikit banyak bisa mempengaruhi ruas-ruas pada tulang pinggang, sebisa mungkin perlambat kecepatan dalam kondis jalan seperti ini) dan mutu dari unjuk kerja shockbreaker yang mulai menurun serta kejadian lain diluar perkiraan.

Ngambil dari Google

     Untuk hal-hal yang disebutkan diatas kecuali untuk “kejadian lain diluar perkiraan”, sudah merupakan keseharian SPB dalam berkendara. Setiap sampai tempat tujuan, baik kantor maupun rumah, nyeri pinggang pasti selalu terasa. Namun setelah istirahat beberapa waktu, terlebih setelah bercengkrama dengan anak istri biasanya rasa nyeri itu berangsur hilang, meskipun esok harinya rasa itu pasti ada lagi. SPB menyebut rasa nyeri ini sebagai “sindrom nyeri setelah berkendara sesaat”, artinya nyeri ini disebabkan oleh rasa lelah dan traumatik yang disebabkan oleh situasi jalan yang SPB sebutkan diatas.

Pinggangku…

     Namun nyeri yang SPB rasakan dalam dua hari belakangan ini adalah nyeri yang disebabkan oleh “traumatik karena kejadian diluar perkiraan”.  Senin sore dalam perjalan pulang kerja nan santai dan eksotis menjadi sedikit terganggu setelah terjadi kejadian diluar perkiraan. Sore itu jalan sepanjang komplek BIN Kalibata cukup lenggang. Seperti biasa dalam kecepatan 50-60 Kpj SPB menikmati jalur itu dengan nyaman, sebelum akhirnya sampai pada jalur perlintasan kereta api dimana biasanya jalur ini menjadi padat dan sedikit merayap. Pada saat melintasi rel secara mendadak pengendara matik didepan SPB berhenti total, karena ada pengendara motor lain yang secara tiba-tiba memotong jalur kami dari arah berlawanan untuk masuk ke jalur kiri kami. Karena panik SPB menekan tuas rem depam sekuatnya, otomatis roda belakang sampai sedikit terangkat dan jatuh kembali menghujam bumi dengan benturan yang lumayan keras. Sebuah awal bagi ruas tulang pinggang mengalami traumatik goncangan. Tidak sampai disitu, setelah roda belakang menyentuh tanah dan bokong kembali dalam posisi duduk, dalam hitungan sepersekian detik terjadi benturan yang cukup keras pada knalpot SPB sehingga motor dan tubuh terguncang lumayan kuat. Sebuah Tiger tanpa sanggup berhenti membentur knalpot SPB dengan kuat. Pengendara dengan jantan meminta maaf sampai beberapa kali. I salute of you, Bro’...Sebuah traumatik kedua bagi ruas tulang pinggang setelah trauma pertama dan kali ini efeknya langsung dirasakan SPB.

     Perjalanan  pulang yang biasanya terkesan santai dan eksotis disepanjang jalan jalur Kalibata-Pasar Minggu-Tanjung Barat-Lenteng Agung-Margonda-Depok, kali ini terasa menyiksa. Pinggang bagian bawah diatas bokong terasa sangat nyeri oleh benturan yang terjadi di perlintasan kereta tadi. Selain posisi duduk yang tiba-tiba salah, kondisi jalan yang tidak rata serta kejadian lain diluar perkiraan telah membuat komplikasi yang cukup rumit dalam susunan ruas tulang belakang tubuh SPB. Ini pasti terkilir pikir SPB.

Dipijat….

     Mandi air hangat mungkin bisa meregangkan sedikit urat, otot atau syaraf yang terguncang. meski terasa nyaman namun nyeri itu belum juga hilang hingga menjelang tidur. Okelah,… obat pereda nyeri warna putih Neu**$#@ion menjadi andalan. Namun nyeri ini makin membuat gelisah karena posisi tidur yang bagaimanapun terasa tidak nyaman. Istri tercinta akhirnya ikut membantu dengan memijat dan membaluri dengan balsem disepanjang daerah trauma. Namun kondisi terkhir inilah yang menjadikan situasi menjadi sedikit kompleks dan semakin carut marut untuk ruas tulang belakang SPB. Karena usapan jari jemari lemah lembut di zona eksotis  pada akhirnya membuat susunan otot, urat dan syaraf yang terguncang menjadi liar dan tak terkendali. Maka mohon maaf jika harus “terjadi hal-hal yang di-inginkan” malam itu. Efeknya cukup bagus untuk peregangan dan pelemasan otot, urat dan syaraf namun tidak bagi ruas tulang belakang. Inilah traumatik ketiga yang harus dirasakan oleh ruas tulang belakangku, traumatik guncangan tak beraturan yang penuh resiko tapi banyak pengharapan dan impian. Traumatik guncangan liar, nakal dan brutal. Alhasil, sampai esok harinya nyeri ini masih ada, dan SPB harus menyerah untuk tidak berkendara motor dulu saat ini. Kereta Api kembali menjadi andalan.

Ke Langit Ketujuh…

     Hari ini sepulang kantor mungkin akan berkunjung ke dokter sebentar. Semoga aja tidak ada ruas yang terkilir atau syaraf yang terjepit.

Iklan

2 comments on “Derita Si Pinggang Renta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s