Lu Geleng-geleng…gue Angguk-angguk….


    Rabu pagi kemaren SPB berangkat kantor lebih pagi. Sebelumnya memang SPB harus mengantar anak kesekolah lebih pagi hari itu, katanya mau ada ulangan dan latihan soal-soal. Maklum setelah di kelas 6 ini kegiatan sekolahnya jadi makin padat, banyak ekskul mata pelajaran yang harus diikuti demi membantu peningkatan nilai saat lulus-lulus-an nanti. Jadinya berangkat lebih pagi dan terpaksa tidak ikut jemputan sekolah. Kasihan juga anak-anak SD jaman sekarang. Masih Sekolah dasar sudah stress seperti ini.

     Jam menunjukkan pukul 05.40 WIB. Anak sudah sampai sekolah. Jalan masih sepi. Biasanya jam segini SPB baru siap-siap mau berangkat kerja sambil ngopi dan sarapan bareng anak-anak. SPB masih punya waktu 1/2 jam dijalan sebelum sampai kantor. jalan agak sedikit lebih santai, dengan kecepatan rata-rata 50-60 kpj, SPB yakin gak akan telat sampai kantor, hitung-hitung menikmati jalan raya Lenteng Agung yang masih kosong belum terkena macet.

     Namun keinginan menikmati jalan yang masih sepi sedikit terganggu oleh ulah sesosok biker kaya raya yang bersikap ugal-ugalan tanpa memperhatikan pengendara kendaraan lain disekitarnya. Mungkin karena rasa bangga-nya mengendarai motor 250cc yang masih baru, se-enak udelnya memotong jalur SPB dari kiri langsung masuk kejalur kanan dengan kecepatan yang tiba-tiba mengejutkan. Sungguh SPB kaget bukan kepalang, meski berjalan dikecepatan 60 kpj, motor SPB sempat meliuk-liuk karena nge-rem mendadak, belum lagi oleh kejutan klakson pengendara lain yang ada di belakang SPB yang juga ikut terkejut oleh sikap biker sontoloyo tersebut.

    Jiwa yang semula aman nyaman tentrem mendadak menjadi kesal dan meradang. Badan mendadak menjadi dingin, jantung terasa lepas dari tempatnya, bulu kuduk merinding tiba-tiba karena ke-terkejut-an yang datang tiba-tiba. Terlebih lagi pengendara motor mahal tadi sepertinya tak suka SPB membunyikan klakson dengan keras dan panjang. SPB membunyikan klakson karena sifatnya spontan dan reflek dikarenakan rasa terkejut. Pengendara kaya raya itu sepertinya memperlambat kendaraannya menunggu SPB lewat. Tatapan matanya tajam menusuk jantung seakan-akan bicara …”apa lo…gak suka?…”.

    Untuk meredam masalah agar tak berlanjut, SPB menepi dan berhenti bermaksud menyelesaikan dengan cara baik-baik. Namun sepertinya dia tak paham maksud SPB, dengan memutar gas kencang-kencang seakan-akan memamerkan suara deru mesin motornya yang memang bagus, dia memancing-mancing emosi SPB. Mungkin juga dia mau ngajak balap,  Hehehe….gak mikir dia…motor SPB cuma GL Max 125cc uzur berumur 10 tahun, sedang dia motor baru 250cc, artinya dua mesin motor SPB dijadikan satu di motor dia…ya tentu saja motor SPB akan tergopoh-gopoh menandinginya….lagipula SPB sadar diri gak mungkinlah motor renta ini diajak balap. Ya sutralah….pengendara jenis begini gak bisa diladeni dengan cara manusia SPB gak mau ketularan berubah wujud jadi makhluk lain…kasihan anak istri SPB nanti.

     SPB melanjutkan perjalanan dengan hati yang masih separuh “gerah” melihat kenyataan bahwa ada pengendara kaya yang kekayaannya tak bisa membuat perbandingan lurus dengan kepandaian-nya. Kenapa SPB bicara begitu…?. Tadi sepintas SPB lihat kaca spion motor pengendara borju ditekuk kedalam, Atau mungkin ini yang memyebabkan pengendara tak bisa melihat ada pengendara lain dibelakang nya, sehingga dia se-enak-nya memotong jalur dari kiri ke kanan tanpa rasa sopan.

     Di lampu merah Tanjung Barat, sambil menunggu kereta lewat, pengendara tadi tepat berdiri disamping SPB. Kalo dari tampilan phisik, gaya berpakaian dan atribut kebesaran para biker yang di “cocok-cocok-in” terhadap motornya, harusnya dia bisa lebih bijaksana menyikapi masalah yang terjadi tadi. Ini tidak, dia malah memutar-mutar pedal gas dengan angkuhnya. SPB sempatkan berucap,…”lain kali kaca spion-nya jangan ditekuk seperti itu Bro’….nanti malah gak lihat ada pengendara lain dibelakang….bisa berbahaya nanti…”. Boror-boro mau sadar memperbaiki kaca spionnya, menolehpun tidak, seakan-akan hatinya berbicara…”siapa luh…emang gue pikirin…”.

     Jujur, SPB empet banget di begitu-in. Ya sudah daripada makin kesel, SPB juga ikut-ikutan ngerubah dudukan kaca spion mirip persis dengan yang dia lakukan terhadap kaca spion-nya, ditekuk kedalam, dengan harapan dia sadar atas kesalahannya. Boro-boro mau sadar, dia malah geleng-geleng kepala melihat perbuatan SPB, mungkin hatinya kembali bicara….”ngaca dong,…motor loh tuh motor butut, gak pantes kaca spion-nya ditekuk kayak motor gue…kasihan deeeh loh…”.

      hehehe…melihat dia geleng-geleng kepala, SPB malah dengan percaya diri balik angguk-angguk kepala dengan tegas, sambil memperhatikan motor SPB ketika kaca spion-nya ditekuk kedalam lalu berucap dalam hati….”Ooooooh jadi begini rasanya jadi orang kaya tapi bego….”.

Iklan

4 comments on “Lu Geleng-geleng…gue Angguk-angguk….

    • Bener A’…anak-2 muda sekarang ngeri kalo bawa motor…jujur, kalo moda transportasi massal kita dah bagus, aman, nyaman, cepat dan murah…mending ane naik angkutan umum aja A’…makasih dah mampir lagi…

    • Mungkin juga Bro’…anak muda masih pengen unjuk diri dan cari jati diri kali…darah muda…tapi kalo membahayakan orang lain kan gak bagus juga ya…okelah makasih dah mampir Bro’…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s