Blog Seorang Sahabat


     Ketika aku paksa dia untuk mencoba mem-publish tulisannya, dia cuma berujar : “….gak ada yang istimewa mas dari tulisanku, isinya cuma keluh kesah aja kok…gak lebih…”, tapi aku tahu ada “sesuatu” dalam gaya penulisan dan bahasa yang dipakainya dalam menulis. Beda. Entah, aku juga kadang tak mengerti, kenapa aku bisa sebegitu takjubnya atas gaya penulisannya…, apa yang dia bilang “tidak ada yang istimewa” memang benar-benar istimewa bagiku ketika membaca bait demi bait kata yang dia rangkai.

     Sungguh, isinya memang benar-benar tumpahan keluh kesah. Tapi bukan keluh kesah biasa, ada sesuatu yang disajikan secara tersembunyi dalam bait-baitnya, namun ke-tersembunyi-an itu sebenarnya dia tampakkan dengan jelas, dan itu menjadi  “sesuatu” yang aku maksud dalam uraian diatas ….entah apa namanya…sulit aku menjelaskannya.

     Sewaktu aku masih aktif di jejaring friendster, dia seringkali menyumbangkan tulisan-tulisan yang inspiratif kedalam blog-ku. Aku tak pernah meng-edit-nya karena memang itu tak perlu dilakukan. Hingga akhirnya karena kesibukan kami, kami melupakan friendster hingga batas waktu yang cukup lama hingga friendster menemui ajalnya tanpa kami ketahui dan seluruh tulisannya yang sempat memeriahkan blog-ku juga lenyap tanpa sisa,…sial.

     Dalam keseharian dikantor dia lebih banyak diam tak banyak berinteraksi dengan orang sekitar terlebih dengan orang asing, kalau tak bisa disebut sebagai manusia type introvert karena terkadang dia juga meledak-ledak dalam berinteraksi. Bicara hanya seperlunya dan itu harus punya makna untuknya, setidaknya apa yang dibicarakan dan yang diajak bicara bisa memberi manfaat atau bermanfaat, meski kadang sifat ekstrovert-nya tiba-tiba muncul dengan gaya yang tak disangka-sangka. Asal tahu dan mengerti akan sifat-sifatnya dia adalah teman yang baik untuk bercengkrama dalam segala hal.

     Dia mengaku, telah banyak ide yang dia tuangkan dalam tulisannya, tapi dia tak punya nyali untuk mem-publish-nya. oleh karena itu dia lebih banyak menyimpannya dalam format konsep, artinya tulisannya tersimpan aman tak ter publish sampai dia benar-benar punya nyali untuk mem-publish-nya. Mungkin aku yang beruntung diberi kepercayaan untuk membaca lebih dulu sebagian dari tulisan-tulisannya. Dan setelah membaca beberapa tulisannya aku berani bilang bahwa tulisannya barada jauh 10 tingkat diatasku, keren.

     Aku jadi lebih sering memaksa untuk dapat membaca semua tulisannya, tapi dia tetap bergeming pada keputusannya. Ya sudahlah mungkin hanya sebatas ini dulu kepercayaan yang dia beri untuk aku…semoga dia sadar bahwa dia memiliki “sesuatu”….

N.B.:

Maaf…atas ancamannya kepadaku, aku tak berani mempublish blognya….maaf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s