Sahabat…!?!…Ternyata…..


     Sebuah pertemanan akan begitu indah jika selamanya dibalut oleh rasa ikhlas dan saling menghargai. Sejatinya itu yang memang harus kita beri dan kita dapat dari sebuah pertemanan yang sejati. Namun ternyata apa yang kita impikan dari indahnya sebuah pertemanan yang saling berbalut  ikhlas itu tak mudah bisa kita raih.

     Sudah hampir 3 tahun aku tak bersua dengan sahabat lama seperjuangan yang dulu sama-sama memulai hidup baru di suatu tempat kerja di bilangan Jakarta Pusat. Sejak pertama kali bertemu saat tes dan akhirnya dipertemukan dalam wawancara akhir hingga kami sama-sama diterima di kantor yang sekarang ini, kami selalu bersama. Karena dia anak rantau yang baru menginjakan kaki di Jakarta, maka dengan sepenuh hati SPB mencoba selalu membantunya dalam beberapa hal, termasuk dalam urusan transportasi berangkat dan pulang kerja.

     Saat itu (kisaran tahun 1998-an) SPB masih mengendarai motor bebek Honda Grand Astrea dalam melakukan segala aktifitas. Dari mulai kuliah, mencari pacar, hilir mudik bersama teman-teman kampus, lontang-lantung mencari pekerjaan hingga akhirnya mengantarkan SPB pulang pergi kerja. Sungguh berjasa motor pemberian Bapak saat itu.

     Motor inilah yang turut membantu sang sahabat baru dalam aktifitas pertama bekerjanya di Jakarta. Bersamanya kami selalu beraktifitas bersama, berangkat dan pulang kerja, mencari suasana baru Jakarta, travelling ecek-ecek meski cuma ke puncak atau kemanapun. Hingga akhirnya aku bisa membeli motor baru dengan CC yang lebih besar sedikit, Honda GLMAX 125 CC yang sampai sekarang tetap aku optimalkan sebagai sarana transportasi yang murah, kuat dan mudah dalam perawatan.

     Beberapa tahun kami bersama, hingga pada suatu saat kami harus dipisahkan oleh rolling tugas yang berbeda tempat. That’s okey…selama masih dalam satu lingkup perusahaan kami masih tetap bisa bersama suatu waktu. Tepat hampir tiga tahun setelah lama kami tak bertemu, ditempat yang tak diduga kami dipertemukan tanpa disengaja. Di sebuah lobby mall di kawasan senen, Jakarta Pusat kami bertemu. saat itu hujan deras sedang lucu-lucunya di Jakarta. Aku baru saja selesai membetulkan jam tangan yang rusak disana. Menyenangkan sekali bertemu sahabat lama, ngobrol tentang pekerjaan dan sebagainya. Setengah jam berlalu, jam menunjukkan pukul 12.45 WIB, jatah istirahat kantor hampir selesai namun  hujan belum ada tanda-tanda reda. Aku ajak sahabatku untuk kembali ke kantor bersama, karena kebetulan kita satu arah. “…Kita naik angkot saja….” kataku, karena memang aku tak bawa motor saat itu, tapi dia menolak. Katanya “…nanti aja, aku tunggu hujannya berhenti dulu…”. “…aku juga naik angkot, tapi kalo masih hujan biasanya macet, aku gak betah….”, katanya lagi. Okelah, aku berangkat lebih dulu.

    Kebetulan SPB dapat duduk didepan bersama supir, beberapa belas menit dalam perjalan yang memang macet, tanpa sengaja mata SPB melihat sosok yang sangat dikenal di dalam sebuah mobil City Car terbaru  keluaran Jepang. ternyata Sang Sahabat yang tadi aku ajak bareng ….sambil menghembuskan asap rokok asyik sekali menikmati hidupnya. Entah apa rasanya hati yang berkecamuk saat itu….susah diungkapkan dengan kata-kata. sang sahabat ternyata…..ya sudahlah.

     Seandainyapun aku tahu engkau membawa mobil, tak ada sebersitpun aku harus memaksa minta diantar engkau sahabat…tak usahlah berdalih bahwa engkau juga naik angkot sama sepertiku….aku sadar mobil bagusmu tak cocok dinaiki oleh diriku….

     Dilampu merah mata kami bertatapan, karena aku tepat ada disisi kanannya…hanya lambaian tangan yang kuberikan tanpa ekspresi…aku tak melihat kau membalas lambaian tanganku seperti dulu ketika kita berpisah saat kau turun dari motorku…yang kulihat hanya tatapan terkejut tanpa ekspresi darimu….entah apa artinya….

     Sampai bertemu lagi di waktu yang lain…sahabat.

Iklan

6 comments on “Sahabat…!?!…Ternyata…..

    • Wah …kalo sahabat yang seperti itu sih namanya pembunuh berdarah dingin Bro’…
      ada pepatah : “1 musuh udah terlalu banyak, tapi sejuta kawan masih selalu kurang…”.
      Tapi berat untuk diterapkan di jaman sekarang…hehehe thanks Bro’…

    • Ternyata pertemanan bisa terganggu sangat signifikan oleh sebuah materialitas ya Go…
      Hehe…jadi diri sendiri adalah cara ternyaman dalam menjalani hidup…CMIIW
      thanks ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s