Aku, Ayah dan Kunang-Kunang


Nyari Di Google

     Malam ini tubuhku terasa remuk redam. Kegiatan dan aktivitas dikantor yang lebih padat dari waktu biasanya membuat susunan metabolisme tubuhku berantakan tak siap menerima perubahan yang drastis terjadi. Jadwal keluar kantor untuk mendatangi kantor cabang  secara langsung menyiksa emosiku, terlebih jalan raya Jakarta yang tak pernah mengenal batas peri kemanusia-an.

     Tadi siang Ibuku menelponku. Katanya akan mengunjungi kami dan cucunya. Sudah hampir sebulan memang kami tak sempat mengunjungi Ayah dan Ibu di Depok. Dan sehabis waktu ashar tadi mereka sudah sampai dirumahku.

     Jam menunjukkan pukul 20.45 WIB. Masih ada penat dan lelah disekujur tubuh. Aku dan ayah duduk diteras depan rumah. Kami hanya terdiam. Ayah memang sudah terlihat sangat tua. Beliau hanya termenung menatap keluar rumah. Aku sibuk dengan koran yang sejak pagi belum sempat aku baca. Sebetulnya aku ingin sekali beristirahat. Tapi aku terpaksa menemani ayah sambil membaca koran. Kami masih terdiam dalam ke-termenungan dan ke-penatan.

Lagi-lagi Google

     Tiba-tiba melintas dihadapan kami se-ekor kunang-kunang yang terbang berputar-putar mengelilingi taman. Cahayanya menarik perhatian ayah.

“…Apa itu…? kata ayah.

“…Kunang-kunang…”, jawabku singkat tanpa menatapnya.

“…Apa itu…? Kata Ayah lagi.

“…itu kunang-kunang…” jawabku lagi dengan agak keras.

Kali ini kunang-kunang terbang semakin mendekat kearah kami, kemudian hinggap diatas batu pualam dalam kolam.

“…Apa itu…? tanya ayahku untuk yang ketiga kali.

“…itu kunang-kunang ayah, KUNANG_KUNANG…!!”, jawabku lebih keras sambil tetap menatap koran.

“…Apa itu….?’ tanyanya lagi

“Ayah, kenapa sih bertanya seperti itu berulang-ulang ?, Sudah beberapa kali aku jawab itu KUNANG_KUNANG !! Tak bisakah ayah mengerti?” bentakku.

Ayah lalu bangun dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkanku.

“Ayah…, ayah mau kemana?” kataku mulai melunak tapi dengan nada masih kesal. Ayah hanya melambaikan tangannya, mengisyaratkan aku untuk duduk saja.

Dari Google juga

     Sampai beberapa waktu berlalu, ayahku tak juga keluar menemuiku. Jam menunjukkan pukul 21.32 WIB, aku masuk kedalam rumah. Ternyata Ayah duduk tertidur diruang keluarga. Matanya terlihat basah. Sebuah buku kecil lusuh berwarna coklat kulit terselip dipangkuannya. Halamannya terbuka, ada beberapa bait tulisan sambung terlihat jelas dalam guratan tinta berwarna hitam yang telah memudar.

“Malam ini tepat menginjak tiga tahun usia anak pertamaku. Meski lelah dan penat sepulang kerja, tetap kusempatkan bersamanya duduk dibangku teras depan rumah kami untuk merayakan hari ulang tahunnya. Dihadapan kami melintas terbang se-ekor kunang-kunang. Anakku bertanya kepadaku. “…Ayah, apa itu…? dia bertanya sebanyak limabelas kali. Akupun menjawabnya sebanyak limabelas kali pula. “…Itu Kunang-kunang, nak…”, jawabku. Dan aku memeluknya setiap kali kujawab pertanyaan yang sama darinya, lagi, lagi dan lagi tanpa ada rasa kesal dan marah atasnya. Hanya ada rasa cinta yang mendalam untuk putra kecil pertamaku yang tanpa dosa”.

 Jakarta, 7 Juni 1975.

Ternyata ini catatan jurnal ayah atas tumbuh kembangku saat itu. Aku hanya terdiam, termanggu tak terasa air mataku mulai membasahi mataku, kuasa ku menangis sambil kupeluk erat Ayahku….

“…Ayah, maafkan anakmu…”.

Googling di Google

Jakarta, 7 Juni 2011.

Malam Rabu, tepat malam hari ulang tahunku yang ke-39 tahun.

N.B.: Didedikasikan untuk Bapakku yang telah menjadikan aku hingga seperti ini. Terinspirasi oleh kisah-kisah renungan terhadap kasih sayang ayah di blog-blog punya tetangga sebelah, thanks for all.

“Robbi firli, waliwalidaiyya warhamhuma kama Robbayani Soghirro”.

Iklan

4 comments on “Aku, Ayah dan Kunang-Kunang

    • Iya aku juga semula baca dari kisah-kisah renungan, jadi terinspirasi dan menulis dari sisi yang berbeda…ayo kita pulang kampung Bro’…sunkeman gak harus hari raya khan…thanks udah mampir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s