Karena Nila Setitik, Rusak Angkot Se-Organda


     Maraknya kejahatan dan kriminalitas dalam angkutan umum tampaknya kian tumbuh subur. Dalam beberapa bulan terakhir ini kita disuguhkan berita-berita baik di media televisi, radio, koran bahkan dunia maya yang menyayat hati terhadap korban-korban kejahatan dalam angkutan umum perkotaan atau yang sering kita sebut sebagai angkot. Kejahatan yang dilakukan beragam cara dan modus. Yang paling sering terjadi adalah penodongan atau perampokan dalam angkot oleh sekelompok anggota kejahatan, namun sekarang sedang marak kejahatan perkosaan dalam angkot yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu.

     Tak dapat dipungkiri, kejahatan yang sering terjadi terkadang dilakukan oleh pihak-pihak yang terorganisir. Ada kerjasama antara sopir angkot dengan sekelompok orang yang melakukan tindakan kejahatan. Tak mustahil, sopir angkot adalah juga merupakan salah satu dari anggota sindikat kejahatan tersebut. Tindakan kriminalitas sepertinya tak pandang waktu, biasanya terjadi pada waktu malam hari, namun sekarang  pagi dan siang haripun tindakan kriminal  itu kadang terjadi. Korbannyapun tak pandang gender, laki-laki dan wanita bisa menjadi korban.

     Dalam tayangan salah satu televisi swasta beberapa hari lalu, SPB sempat menyaksikan modus operandi yang dilakukan oleh sindikat kejahatan tersebut. Cukup menyentak hati dan sangat mengejutkan. Kerjasama antara sopir angkot dengan pelaku kejahatan sangat rapi dan terorganisir, bahkan sopir angkot dan pelaku kejahatan bisa dikatakan masih ada ikatan saudara, sungguh terlalu keturunan keluarga ini, selama hidupnya turun temurun makan uang haram hasil kejahatan. Tak dapat disalahkan, perkembangan teknologi yang semakin maju ternyata bisa memberikan andil yang luar biasa juga terhadap tingkat penyalahgunaan kejahatan. Telepon seluler menjadi sarana yang diandalkan oleh para sindikat dalam melakukan kejahatannya. Mohon maaf SPB tak bisa menceritakan secara detail modus operandi yang dilakukan oleh sindikat tersebut, dengan fasilitas kecanggihan teknologi dunia maya, sang pembaca bisa mencarinya sendiri di internet, hehehe.

     Disatu sisi, sopir angkot yang bukan merupakan anggota sindikat secara langsung akan terkena imbasnya. Menurut pengakuan sopir angkot asli yang ditayangakan televisi kemarin, sopir angkot “asli” merasa pendapatannya berkurang sementara setoran terhadap majikan tak berubah, belum lagi biaya bahan bakar yang harus ditanggung sendiri, kalau sudah susah mencari penumpang lagi seperti ini, bagaimana mereka dapat menafkahi keluarganya dengan layak. Perlu diwaspadai juga, hal dari susahnya mendapatkan uang untuk menutupi kebutuhan hidup, akan bisa berdampak negatif. Sekarang lebih banyak calon penumpang angkot yang lebih memilih naik motor daripada naik angkot yang notabene sekarang tidak bisa dijamin keamanannya.  Mereka berfikir positif buat diri mereka, daripada bayar angkot selama sebulan sebesar Rp. 350.000/bln tapi banyak ancaman kejahatan diluar stress karena macet (jika biaya sehari pergi pulang dengan angkot Rp. 15.000 dikalikan 25  hari kerja) lebih baik ambil kredit  motor dengan anggsuran yang sama tiap bulannya.

     Hal ini akan berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi masyarakat atas angkutan perkotaan yang ada selama ini. Mereka akan berfikiran bahwa, sekarang sudah tidak aman lagi naik angkutan umum, baik itu bis, kereta apalagi angkutan kota kecil-kecil lainnya. lalu apa yang harus dilakukan Organda….? (jujur organda itu apa sih….???). Mereka akan berfikir, sekaranglah saatnya memiliki kendaraan pribadi yang bisa mengantarkan sampai tujuan dengan murah meriah, aman dan nyaman yang sifatnya relatif. Lalu pilihan akan jatuh pada sepeda motor, karena untuk membeli mobil tak semudah membeli motor.

         Dari dampak yang men-domino inilah akan timbul efek samping yang dampaknya bisa sangat serius. Misalnya :

  1. Semakin banyaknya pengendara motor di jalan raya maka akan semakin padat jalan raya tersebut kemcetan tak terhindarkan akan makin parah. kecelakaan lalulintas gak akan bisa menurun, bertambah mungkin, karena banyak pengendara motor yang sekedar bisa naik motor akan bertaburan dijalan, terutama kaum hawanisme.
  2. Bahan bakar minyak akan lebih cepat terserap ke masyarakat pengendara, terutama premium dan pemerintah akan kelabakan memberikan subsidi tambahan untuk premium. Motor semakin banyak, tapi angkutan kota tak berkurang. Pembatasan bahan bakar gak berlaku untuk motor, atau jangan-jangan pemilik mobil mewah akan pindah ke motor juga, demi menghindari pertamax yang gak turun-turun harganya.
  3. Polusi udara dan suara sudah dipastikan memberikan dampak negatif yang lebih besar buat lingkungan, karena pohon-pohon sekitar pinggir jalan ditebangi oleh orang-orang biadab untuk pelebaran jalan yang gak berpengaruh terhadap kemacetan secara  signifikan.
  4. Dan lain-lain sebangsanya.

     Belum lagi dampak lanjutan yang lebih parah lagi yang akan datang menghampiri yang sifatnya sporadis dan SPB yakin dampak ini sifatnya akan mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif. salah satunya adalah Kepunahan masal angkutan kota akan terprediksi secara pasti, jika banyak masyarakat yang beralih ke sepeda motor. kalau angkot sudah punah, lalu bagaimana dengan organda….?? yang pasti mereka akan nganggur duuuoooonnnnkkkk…..!!!. Pengangguran akibat dari efek kepunahan angkot akan bertambah, sementara kebutuhan hidup semakin menggurita. Kehidupan yang keras dan sukar akan membuat manusia berfikir inovatif dan kreatif demi mendapatkan kenikmatan dalam sekejap atau demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mendapatkan kenikmatan atau kebutuhan hidup dalam waktu sekejap biasanya dilakukan oleh orang yang tidak sabar. Orang yang tidak sabar akan melakukan hal (menghalalkan segala cara) apa saja demi memenuhi kebutuhannya. Orang yang menghalalkan segala cara bisanya bukan orang baik-baik. lalu….silahkan teruskan sendiri.

     Ini baru salah satu contoh dampak negatif yang diakibatkan oleh sindikat kejahatan yang melibatkan sopir angkot, lalu bagaimana dampak negatif lainnya yang dilakukan sindikat kejahatan yang melibatkan polisi, tentara, guru, dokter, hakim, jaksa, tukang sayur, pengemis, pedagang kaki lima, tukang cukur, tukang somay, tukang jamu, dukun, banci, mekanik,  para biker alay, pejabat, ulama, atau orang-orang besar lainnya…?  cuma Allah yang bisa jawab.

    Lalu apa komentar anda….?!?

N.B.: Semua gambar nyari trus di copas dari Google

Iklan

3 comments on “Karena Nila Setitik, Rusak Angkot Se-Organda

  1. begitulah, miris memang. disisi lain penegakan hukum dan perlindungan sangat2 minim. sistem keamanan yang seharusnya dibangun polisi tak ada sama sekali. skrg bs dilihat, jarang bgt ad patroli polisi, bermobil, motor, sepeda atau jalan kaki kek di hongkong..
    ad unsur konspirasinya.

    • Memang seharusnya kecilnya gaji jangan jadi kambing hitam buat para polisi, kalo mau gaji yang besar kenapa jadi polisi ?
      polisi kita setahuku lebih suka main petak umpet, tiba-tiba nongol waktu ngeliat ada yang salah sedikit sama kendaraan kita pas dilampu merah atau simpangan jalan, meski sebetulnya masih banyak polisi yang bertugas sesuai tugasnya, tapi kayaknya yang baik-baik disimpan dikantor, entahlah….
      Kita tunggu aja sejarah transportasi massal kita dan penegak peraturannya, mau jadi apa nanti….mungkin harus pakai robot kali ya Bra’ biar gak gampang main api…heheheh…thanks udah beri komentar

      kipbloggerhud…

      • begitulah , polisi kan abdi negara y harus siap resikonya jd abdi negara.. keknya bnyk yg jd polkish krn dr pd bingun kerja apaan..

        sama2 mas bro, keep ngeblog..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s