Sang Maxi 125


     Pagi ini ada sedikit masalah yang menghinggapi Motor GLMAX 125cc andalanku dalam mencari nafkah. Sebetulnya sudah bulan kedua masalah kompresi mesin motor ini aku rasakan. Biasanya setelah diservice kondisi motor enak dan seperti tak ada masalah, namun menuju minggu ketiga atau akhir bulan, mesin terasa bermasalah. Tarikan gak ada, tenaga gak maksimal, mesin menjadi overheating, boros (signifikan sekali borosnya), putaran mesin gak bisa langsam seperti biasanya. Selama ini mekanik andalan di AHASS selalu bilang gak apa-apa kok pak….tapi nyatanya menjelang minggu ketiga kondisi motor seperti yang sudah saya jabarkan diatas. Sebelumnya sudah saya prediksikan kalo keadaan ini disebabkan adanya masalah pada klep. Mungkin memang harus di skir atau memang harus ada yang diganti. Tapi yang pasti kehilangan kompresi pada saat menjelajah jalan Jakarta yang selalu padat merayap sangat menyiksa diri, mesin yang selalu tiba-tiba mati sendiri jadi masalah, tarikan yang berat dan selalu harus menekan setengah kopling serta memutar gas dalam putaran yang tinggi agar mesin tak mati (ini yang membuat overheat dan boros bensin), membuat jari jemari tangan pria setengah baya ini menjadi “kemeng” atau semuten. Menderita total.

Kotor belum mandi

     Pada akhir tahun 2011 (24-Des-2011) saya coba masuk bengkel AHASS lain atas rekomendasi teman anak motokross. Mekanik baru ini masih muda, tubuhnya gempal tapi sangat lincah dan enak diajak ngobrol. Gayanya santai, gaul tapi sopan sama yang tua. Setelah memeriksa Sang Maxi, komentarnya adalah…harus turun mesin setengah. Weehhh…tepat dugaanku, kalau gak di skirklep ada kemungkinan ganti klep. Yang pasti masalahnya ada pada klep. Banyak masukkan yang dia beri ke saya dan beberapa alternatif yang mencerahkan yang tidak saya dapatkan pada mekanik saya yang terdahulu.

     Dia menyarankan di coba dulu selama sebulan ini motor dipakai seperti biasa dan jika nanti pada minggu ketiga ternyata kompresi tetap hilang maka mau tak mau harus dilakukan turun mesin setengah untuk skir klep atau ganti klep atau apalah nanti, mana yang lebih dulu. Dan untuk sementara dia hanya menganti pin penyetel klep atas (jujur aku lupa namanya dan gak tau apa fungsinya) yang bentuknya seperti mur dengan baut ditengahnya yang panjangnya sekitar 3cm seharga Rp. 16.000,-. Setelah diganti dan klep disetel ulang, motor enak sekali dipakai. untuk minggu pertama dan kedua tak ada masalah dengan motor, kecepatan bisa diajak 110-120 kpj ditrek lurus sepi. Malah sempat bermain-main dengan Byson dan athlette temen seperjalanan dengan percaya diri tinggi.

     Tapi menjelang akhir minggu ketiga penyakitnya kumat lagi. Saat pagi hari mesin susah hidup, kick starter terasa ringan namun terasa ngempos. Meskipun mesin hidup tapi harus dengan putaran stasioner yang tinggi, artinya jika gas dilepas maka mesin pasti mati/gak bisa langsam.

     Tadi pagi terpaksa naik kereta. Sang Maxi dititipkan ke penitipan motor, karena ditengah perjalanan sudah “lumpuh layuh” alias tak ada tenaganya meski putaran gas di bejek sampe puooolll….cuma bikin polusi suara dan udara aja. Sempat sedih dan kesal campur jadi satu. Mungkinkah ini gejala motor sudah mulai minta “jajan” kebengkel….atau memang sudah saatnya di upgrade ke kelas yang lebih tinggi. Sepertinya opsi kedua bukan pilihan, sang maxi masih layak pakai, hanya saja sekarang saatnya dia sakit dan butuh perawatan ekstra. Lagipula aku masih sayang padanya. Dan rasanya dia bisa disembuhkan…semoga saja.

     Kalo pembaca punya masukan silahkan di share ya…buat masukanku, terutama yang pernah atau juga memakai GL MAX 125cc.

Iklan

4 comments on “Sang Maxi 125

  1. Penyakitnya sama persis dengan GL max 96 ku…tp menurut dugaanku pasti disekitaran klep, bisa juga klep sudah tidak presisi dan bocor akibat kerak yg menumpuk dan bisa juga kerna pengapian yg harus ganti!! smpe skrang gl max aku pun belum tak bongkar…sibuk buat nyarj duit…hehe

    • Syukur alhamdulillah Awal tahun 2012 motor akhirnya harus turun mesin, klep sedikit melengkung dan ring piston sudah tidak presisi. Ada tindakan Bore Up dari mekanik AHASS, butuh waktu seminggu buat itu semua, dan Alhamdulillah sampai saat ini motor bisa kembali bertugas kembali dengan sangat baiknya. Makasih Bro’ udah mampir, salam kenal..caoo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s