Sombongku Dalam Hujan


     Pagi ini ada sedikit meriang pada tubuhku. Hujan deras yang menguyur sepanjang jalan Pasar Minggu sampai Depok membasahi sebasah-basahnya tubuhku. Perjalanan dengan sepeda motor tua tak menghalangiku untuk segera sampai kerumah. Berbekal jas hujan super lengkap dan performance motor yang baru saja di service membuat nyaliku banyak terbuncah untuk mencoba mengalahkan kekuatan alam yang tak terhingga batasnya. Aku ingin sedikit saja merasai sombong.

     Aku menikmati perjalanan dalam hujan malam itu. Drainasse yang buruk dibeberapa ruas jalan, membuat genangan air setinggi betis. Namun kesombongan tak menyurutkan hasratku untuk berpacu melawan sedikit kekuatan alam. Aku semakin menikmati kesombonganku kala melahap genangan air yang lebih dalam dibeberapa ruas jalan. Aku tahu Tuhan tahu itu, dan Dia tidak diam tapi sedang  mencari waktu yang tepat untuk membalas kesombonganku.

     Aku menyukai separuh musim dari perputaran bumi di negaraku ini. Musim hujan. Ada aura hening disini yang membuat jiwaku seakan berada dalam damai. Ada kesunyian yang membuang seluruh penat kebisingan dalam benak, sungguh jika bisa memilih aku ingin seluruh perputaran bumi disini dipenuhi dengan hujan. Jika bisa memilih…..

     Ternyata Tuhan tidak berlama-lama menghukum hamba-Nya yang telah mengambil setitik saja milik-Nya dan menantang salah satu ciptaan-Nya. Pagi ini aku meriang luar dalam. Panas sinar matahari dan tebalnya jaket motor tak membuat tubuhku menjadi hangat selama perjalanan. Tubuh renta ini bergetar hebat melawan angin yang masuk kedalam tubuhku. Ya Cuma angin. Jika Tuhan mau, mungkin Dia bisa masukan sekalian api dan air dalam tubuhku. Tapi Dia tahu, umat-Nya tak akan sanggup menerimanya.

     Seharian ini aku tak bisa berbuat apa-apa. Untungnya rekan-rekan sekantor memaklumi. Kupohonkan ribuan permohonan ampunku pada-Mu ya Allah, yang telah mengambil setitik sombong milik-Mu, yang telah lancang mulut dan hatiku atas sesumbarnya aku melawan ciptaan-Mu, Ampuni aku ya Allah…hanya kepada-Mu hamba memohon dan hanya kepada-Mu hamba meminta…Amin.

     Teh hangat madu racikan sendiri dan beberapa butir tablet pereda nyeri telah masuk ketubuhku dengan disertai Do’a kepada-Mu. Semoga perjalanan pulang nanti bisa aku lalui dengan selamat dan aku bisa melihat buah hatiku menyambut hadirku….Amin.

Iklan

2 comments on “Sombongku Dalam Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s