Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI


     

     Mungkin agak sedikit berlebihan dan terlalu narsis kalau saya merasa tertarik dan akhirnya malah mengikuti sayembara membuat blog yang diadakan oleh salah satu situs berita dalam negeri yang terkenal yaitu Detik.com dengan tema “Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI”. Cukup berat memang tema yang diusung ini, berat dalam artian, apakah yang kita tulis itu adalah suara hati nurani kita yang sesungguhnya atau hanya sekedar mengharap menang dan bisa dapat hadiah. Wallahu a’lam bisawab, tapi yang penting mungkin inilah saatnya saya mencoba mengutarakan isi hati yang moga-moga aja “bener” dan bisa dirahmati Tuhan dengan memberikan kemenangan kapada saya dalam sayembara ini, Amin ya Rob.

      Dalam hal kinerja yang telah dilakukan oleh para wakil rakyat daerah atau sering kita sebut sebagai anggota DPD, banyak komentar miring yang seakan-akan menyudutkan para wakil rakyat daerah tersebut. Mungkin ada benarnya juga, karena jika kita amati secara global, banyak kasus-kasus pidana dan lainnya yang menyeret beberapa anggoya wakil rakyat daerah tersebut ke meja persidangan. Namun setidaknya saya masih yakin, masih ada segelontor wakil rakyat yang benar-benar bekerja sesuai amanah yang dipercayakan kepadanya, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.  Meski pernah kadang saya sendiri merasa sakit hati ketika orang yang saya kagumi dan saya percayai menjadi wakil saya di DPD malah tersangkut tindak pidana karena suatu kasus, dan itu tak bisa saya pungkiri pada akhirnya menjadi suatu preseden buruk bagi semua anggota DPD RI secara keseluruhan.

    Makanya saya mencoba untuk menyuratkan isi hati saya kepada semua orang yang membaca blog ini untuk sekedar tahu, apa yang akan saya lakukan apabila saya menjadi anggota DPD RI. Memang saat sebelum kita menjabati suatu  jabatan strategis, berbicara seperti ini gampang saja rupanya, namun ketika sudah mendapati jabatan yang dimaksud, maka untuk dapat mengaplikasikan ucapan yang pernah terlontar dahulu akan sulit untuk dilakukan. Yah, semuanya pada akhirnya berpulang pada hati nurani dan tingkah laku masing-masing individu, kalau dia kuat iman dan rajin beribadah serta takut pada tanggungjawab kepada Yang Maha Kuasa di hari akhir, maka semua yang diamanahkan akan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jadi sejatinya ini adalah hal-hal yang akan saya lakukan jika saya menjadi anggota DPD RI :

Pertama kali saya akan bilang : “Innalillahi Wa Innalillahi Roji’un”

Kedua, Karena ini amanah yang dipercayakan, saya akan mencoba menjadi aparat yang bekerja sesuai dengan tanggungjawab, kemampuan dan keahlian yang saya miliki. Hidup dan menyesuaikan diri dengan norma-norma agama yang saya anut dan budaya Indonesia yaitu sederhana, jujur, adil, saling harga menghargai dan bertoleransi dengan sesama.

Ketiga, Sering turun kejalan agar tahu situasi dan kondisi sehari-hari kehidupan sosialita daerah dengan harapan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan dibutuhkan oleh masyarakat sosial daerah tersebut dan mengaplikasikannya dengan tindakan nyata yang membangun serta tepat sasaran.

Keempat, banyak berdo’a dan mohon petunjuk dan mohon ampun kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberi kekuatan iman, kekuatan kasabaran, kekuatan ketabahan dan selalu diberi jalan yang lurus.

Kelima, pensiun dengan cara yang indah dengan meninggalkan manfaat yang berguna bagi seluruh rakyat Indonesia, Amin.

     Tak terlalu muluk khan…?!? …tapi tentunya tak semudah membalik telapak tangan, betul…?!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s