Sumpah…Polisi Tidur Bikin BeTe…!!


     Pagi 28 Oktober 2011 lalu, aku lupa bahwa pada hari ini ada upacara Hari Sumpah Pemuda. Keluar dari rumah seperti biasa jam 05.45 WIB tanpa rasa bersalah jalan nyantai seperti hari-hari biasa. Jalan mulai terlihat padat merayap disepanjang Margonda Raya. Tidak seperti biasanya….kok padat sekali ya, pikirku sambil mikir ada apa ya ?. Hati mulai enggak tenang karena pada pukul 07.30-an WIB mestinya aku sudah berada di jalan Raya Condet, Jakarta Timur namum pada pukul 07.14 ini aku masih di Margonda Raya. Kampretto…aku baru sadar setelah lihat judul di sebuah media yang menuliskan bahwa hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda dan akan ada upacara dibeberapa titik tertentu. Mati aku….!!

     Tanpa basa-basi lagi aku langsung pasang muka serius untuk berubah wujud menjadi Hery Pedrosa. Ini gak bisa santai lagi nih…kalo telat satu detik aja aku langsung mengalami potong gaji. Aku berinisiatif untuk potong jalan melewati komplek tentara Cijantung, karena aku pikir sepanjang jalan Margonda, Lenteng Agung dan Tanjung Barat pasti macet berat karena banyak sekolah disepanjang jalur itu.

     Belum sampai masuk ketengah komplek Cijantung, perasaan makin tidak enak. Betul juga jalan yang biasanya tidak terlalu padat, hari ini sangat padat. Pasrah….aku terjebak di suatu tempat dimana sebagai biker-(aku bukan biker “beneran” yang tergolong sangat patuh peraturan lalu lintas, juga bukan biker yang tahu tentang seluk beluk motor ataupun mesinnya, juga bukan biker yang sering testride macam-macam motor…tapi aku cuma biker yang punya jam terbang sangat tinggi-sejak tahun 1987-2011)-gak bisa berbuat apa-apa dalam mengendarai sepeda motornya, apalagi sampai ngebut cuma untuk ngejar waktu tapi babak belur di bogem tentara, gak lah…bukan gaya Hery Pedrosa yang seperti itu.

     Selepas Komplek Cijantung sudah pukul 07.05 WIB telat setengah jam…!. Aku gak mau ambil kesalahan kedua untuk melewati jalan Condet Raya, disitu banyak sekolah dan juka komplek Rindam. Aku ambil arah lain lewat jalan Kampung Tengah dimana nantinya pun akan tetap keluar di jalan Raya Condet ujung, alias di depan PGC. Lumayan dijalur ini agak sepi, namun sialnya jalur jalan umum dijalan ini banyak sekali bertaburan polisi tidur. Demi menghindari potongan gaji, aku berusaha mempercepat laju motor dengan hanya mengurangi sedikit kecepatan di setiap polisi tidur.  Dalam hati aku cuma mengutuk-ngutuk, kurang ajar sekali orang yang punya kerjaan bikin polisi tidur sebanyak ini. Bentuknya pun tak beraturan, ada yang lancip, bulat pralon, kotak-kotak sampai yang berukuran sebesar anak gunung karakatau. Aku terus memaki-maki dalam hati. Jujur saja jalanku agak terhambat oleh polisi tidur ini. Aku jadi berfikir, seandainya ketergesa-gesa-an ini terjadi pada sang pembuat polisi tidur, dalam hal yang lebih urgent daripada  aku, apakah dia juga akan mengutuk-ngutuk seperti aku…? kalau dia juga mengutuk-ngutuk layaknya aku, baguslah…artinya dia sadar bahwa dia itu adalah makhluk yang “sangat kurang ajar” buat dirinya sendiri dan orang lain.

   Selepas jalan Raya Condet, aku makin pasrah, ternyata jalan Dewi Sartika sudah macet parah, jam sudah menunjukkan pukul 07.35 WIB.  Sudah mati arang pikirku….ngebut ala Casey Stoner pun kayaknya gak mungkin kalau lihat jalurnya seperti ini. Ya sudahlah aku nikmati saja keterlambatan hari ini dengan membuka selebar-lebarnya pintu ikhlas dan membuang jauh-jauh rasa kesal karena keteledoranku sendiri yang lupa akan hari bersejarah ini. Daripada nyumpah-nyumpah gak dapet pahala malah bikin sakit hati karena terlambat, mending mencoba-coba mengingat ucapan sumpah pemuda di tahun 1928 dulu, Alhamdulillah aku masih ingat.

    Sampai dikantor pukul 08.30 WIB telat 1 jam dan dengan sukses menyerahkan hasil potongan gaji absen hari ini pada kas negara, hehehe setidaknya aku telah beramal pada negara meskipun diambil dari hak-ku bekerja selama sebulan penuh.  Tengah hari baru terasa pinggangku sakit sekali, seperti rematik rasanya, nyeri sekali. Setelah di urut sama teman yang “pintar” ngurut katanya sih ini karena terkena benturan dari bawah yang membuat beberapa urat seperti terjepit. Aku pikir ini mungkin karena gayaku tadi mengendarai motor tanpa mengurangi kecepatan dikala melewati polisi tidur, sial. kalo sudah begini aku makin benci dengan polisi tidur yang bikin gak nyaman pengendara terutama sepeda motor.

     Aku bersumpah tidak akan mendukung pembuatan polisi tidur yang se-enak-enaknya aja dan tidak sesuai Undang-Undang yang berlaku,  apalagi dengan bentuk yang bisa mencelakakan dan bikin sakit pinggang….!!!

NB: Aku copas gambar ini dari salah satu blogger otomotif, tapi swear aku lupa blognya siapa…BTW makasih udah gak marah dan mohon ijin copas gambar ya Bra’…Piss.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s