Korban Ranjau Paku


     Beberapa waktu yang lalu dalam pemberitaan media televisi dibahas tentang maraknya penyebaran paku di jalan raya. penyebaran paku disinyalir karena adanya kerjasama antara pemilik bengkel tambal ban pinggir jalan dengan preman sekitar lingkungan si tukang tambal ban itu mencari nafkah. Berdalih kondisi ekonomi yang membebani hidup mereka, praktek kejahatan ranjau paku ini sudah sangat meresahkan pengguna jalan, terutama para biker yang masih menggunakan ban dalam untuk penggunaan rodanya, seperti saya ini. (gimana rasanya pakai celana tanpa celana dalam ya….gaknyambung.com). Modus operandinya terlihat sangat sederhana, sipetugas penyebar paku hanya melakukan kegiatan seolah-olah sedang menyebrang jalan, namun dari kedua kepal tangannya menjatuhkan paku ditengah jalan. Jarak penebar dengan bengkel tambal ban semestinya tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 50-100 meter, dengan anggapan agar si korban tidak curiga terhadap bengkel tambal ban yang sudah menunggu di pinggir jalan. Rasanya percuma teori ini dipakai oleh penebar dan tukang tambal ban yang memang punya kegiatan jahat, karena selama ini para pengendara motor yang mengalami kebocoran ban pasti berasumsi, bahwa pelaku penebar paku itu adalah si tukang tambal ban itu sendiri. Namun siapa yang berani menuduh secar langsung….paling-paling membatin dalam hati.

     Pasukan penyebar paku sekarang makin kreatif dan makin bringas dalam menciptakan jebakan-jebakan yang merugikan pengendara bermotor. Terkadang dalam keadaan kesusahan, pengendara motor yang menjadi korban malah semakin menjadi korban pemerasan atau bahkan korban perampokan. Hal ini pernah terjadi menurut laporan kepolisian DKI Jakarta beberapa pengendara kendaraan roda empat yang mengalami kebocoran ban, menjadi korban perampokan dimana isi mobilnya dijarah oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Dari jenis paku yang disebar juga beragam bentuk dan fungsinya. Pada awal-awalnya paku yang disebar hanya berupa paku biasa atau kawat-kawat biasa, namun seiring kemajuan perkembangan ban yang semakin canggih, maka semakin beragam pula penebar paku menyiasati korbannya. Dulu hanya dengan paku biasa saja, ban sepeda motor atau mobil bisa langsung kempes ditempat. Namun sekarang, sebuah paku asbespun tidak akan bisa membuat ban motor atau mobil lnagsung kempes ditempat jika pengendara kendaraan tersebut menggunakan jenis ban Tubbless. Hal ini membuat pikiran jahat penebar paku makin kreatif. Mereka sekarang tidak hanya menebar paku biasa namun juga menebar potongan batang payung yang mempunya rongga ditengah. Maka jika potongan batang payung tersebut menembus ban jenis Tubbless sekalipun maka ban itu akan kempes ditempat, karena rongga yang ada dibatang tersebut bertugas mengeluarkan udara didalan ban. Cukup kreatif dan sangat licik.

     Minggu ini saya mengalami nasib naas secara berturut-turut sebanyak dua kali terkena ranjau paku ditempat yang sama dan ditambal ditempat yang sama dengan paku yang sama jenisnya. Paku itu berjenis seperti mur yang mempunyai kepala, saya tak tahu paku apa namanya. (lihat gambar) 

Kejadian ini terjadi di sepanjang jalan Gatot Subroto arah cawang menuju sekitar menara Saidah/stasiun cawang. Lumayan juga menuntun motor sejauh 100 meter ke tukang tambal ban. Ternyata ditempat tambal ban sudah antre dua korban dengan salah satu korban terkena  jenis paku yang sama dengan saya, tak lama berselang datang lagi dua korban ranjau paku menuju bengkel yang sama. Ya…ampun nyari uang dengan cara seperti ini apa bisa cepat kaya ya….kasihan seorang ibu yang harus menuntun motor bersama anaknya yang masih balita…kasihan…kasihan.

Iklan

2 comments on “Korban Ranjau Paku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s