Keep Brotherhood….!!!


     Kemaren pagi dapet pesanan adik yang minta dibonceng bareng pergi ke kantor. Jadwal kereta api listrik yang akan ada perubahan karena akan diperbaikinnya sejumlah gardu listrik, membuat sang adik tak mau berspekulasi dengan waktu tempuh kereta hari ini. Disisi lain, angkutan darat selain kereta api listrik lebih tak bisa diandalkan lagi. Mau naik taksi meskipun nyaman dan “agak” aman, kayaknya gak mungkin, karena cost-nya akan tinggi, Naik bis AC, cuma turun setingkat, “agak” nyaman dan “agak” aman. Naik angkot (bis tanpa AC seperti bis Metroseksual, Mikrolelet ataupun Mayangsari) lebih gak mungkin lagi bahkan tak akan mungkin adikku mau naik kendaraan seperti itu, mending naik bajaj bisa nyambi berantem tanpa diketahui supir.  Angkutan yang terakhir disebut kayaknya udah blacklist buat kami. Selain sangat tidak nyaman juga sangat tidak aman. Pilihan alternatif terakhir adalah ojek motor. Tapi yen dipikir-pikir….apa mau ojek motor nganter penumpang dari Depok ke Gatot Subroto ? kalaupun mau pasti biayanya juga tidak semurah bis AC. Belum lagi debu dan panas polutan dijalan akan membuat perjalanan makin tidak kondusif. Parfum wangi akan berubah aroma menjadi aroma asap dan bedak muka akan berbonus debu jalanan. Daripada naik ojek mahal-mahal tapi sekujur tubuh jadi demek bin bonyok mending numpang motor kakaknya, ya motorku. Meski tubuh jadi demek dan bonyok setidaknya tak keluar uang untuk biayanya, belum lagi aku bawa motornya kalem kayak lembu. Gak serantal seruntul kayak alay. Maka jadilah transaksi pagi itu adikku bareng aku numpak motor, kebetulan perjalanan kita memang searah.

     Melewati jalan Margonda sampai dengan keluar Condet raya perjalanan masih aman terkendali meski situasi jalan agak padat merayap. Perjalanan baru terasa tidak nyaman dan tak aman. Aku merasa tali kopling terasa berat dan keras ditarik. Terlebih harus sering turun kaki dua karena jalan sama sekali tak bisa bergerak. Angkot seperti M01A (MOYA) dan sejenisnya membuat jalan makin tak bergerak, meraka kadang lebih parah dari orang yang baru bisa nyupir mobil dan lebih parah dari orang mabok jika mencari penumpang. Berhenti tanpa aba-aba, main potong jalur seenaknya, ngetem tanpa perasaan (perasaan penumpang dan perasaan yang dibelakang mobilnya) pokoknya gak “sesuatu banget” deh….aku berharap kendaraan jenis ini punah cepat-cepat dan berganti dengan moda transportasi yang lebih manusiawi…MONORAIL….!

     Tuas kabel kopling semakin keras dan berat ditarik.  Tepat di depan jalan Rumah Sakit Bumi Asih tali kopling putus, motor terhentak cukup keras…..”mati aku….” perjalan baru separuhnya tapi ada masalah yang menimpa. Rasanya perjalanan tidak bisa dilanjutkan bila adikku masih tetap ikut aku. disamping beban makin berat, hentakan mesin tanpa bukaan tuas oleh kopling akan membuat motor melonjak-lonjak. Terpaksa aku sarankan adikku pindah ke angkutan lain. Mau tidak mau terpaksa dia harus naik taksi, tapi lumayanlah, biayanya akan terpangkas 50% jika harus naik dari Depok.

    Sekarang tinggal aku dan motor kesayanganku yang bingung harus bagaimana. Selama ini aku baru dua kali mengalami putus kopling, tapi karena yang pertama kali dekat dengan bengkel maka motor aku tuntun ke bengkel yang berjarak hanya 100 meter. Tapi kali ini….jauh dan aku tak tahu dimana ada bengkel yang punya tali kopling. sepanjang jalan Dewi Sartika hanya ada beberapa bengkel tambal ban. lelah juga ternyata mendorong motor GLMAX ini keluhku. Sambil bingung dan beristirahat tiba-tiba ada biker yang menyapa….

“…kenapa Bro’ motornya…”

Aku lihat motornya sama dengan motorku…GLMAX. “….koplingku putus mas…”

Dia kasih saran, daripada didorong terus belum tentu ketemu bengkel yang buka sepagi ini, lebih baik naikin aja motornya dan jalan pelan-2…katanya.

Dia turun dan ngasih cara. Caranya begini :

Netralkan perseling, hidupkan motor, naiki lalu masukkan gigi langsung ke gigi dua, jalan aja perlahan jangan ngebut dan jangan ngerem mendadak. Atur bukaan gas di RPM rendah tapi konstan. jalan aja terus, usahakan jangan sampai terjebak macet dan jangan sampai berhenti, karena jika berhenti maka mesin motor akan mati secara tiba-tiba. Oke…aku coba sarannya.

     Betul juga ternyata motor masih bisa jalan meski pelan sekali. Aku cukup repot mengendalikan motor dengan kecepatan rendah seperti ini, terlebih jalan semakin padat dan beberapa kali mesin motor mati karena terjebak macet dan lampu merah. Syukur Alhamdulillah …di Kampung melayu ada bengkel AHASS yang sudah buka, dengan rasa lega aku minta mekanik segera menganti kabel kopling dengan yang baru. Fiuuuuhhhhh….syukurlah aku menemukan bengkel AHASS jadi aku bisa mengantinya dengan suku cadang yang asli dan pemasangan yang baik. Gak sampai 15 menit motor dan sempurna jalannya, sambil tanya ke mekanik apakah ada masalah dengan mesin motor selama perjalanan tadi…? katanya sih biasa Mas…Banyak yang melakukan seperti mas kok kalo kepepet kayak gitu. Ya mudah-mudahan aja gak ada masalah ya Maxi….

     BTW, aku sempat lupa dengan biker baik hati itu, aku cuma ingat motornya sama dengan motorku dan di BOX belakangnya ada stiker komunitas apa gitu…kalo gak salah GPRS atau GPMR atau apalah…sungguh aku lupa….dan aku belum sempat kasih ucapan terima kasih secara resmi. Bisa dibayangkan kalo aku harus menuntun motor dari Dewi Sartika sampai Kampung Melayu….bisa gak sunah rasul dua minggu aku…hahahaha.

     Buat Biker Honda GLMAX…siapapun namanya siapapun komunitasnya disini saya atas nama pribadi mau ngucapin rasa terima kasih yang teramat sangat sudah mau menyapa, dan sudah mau turun dari motor buat ngasih arahan dan saran, malah sudah mau nyalahin motr segala, biar tuhan aja ya yang balas budi baik sampeyan….dan tetap keep braderhut.

NB: Semoga suatu saat saya bisa berbuat yang sama…amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s