Sumpah…Polisi Tidur Bikin BeTe…!!


     Pagi 28 Oktober 2011 lalu, aku lupa bahwa pada hari ini ada upacara Hari Sumpah Pemuda. Keluar dari rumah seperti biasa jam 05.45 WIB tanpa rasa bersalah jalan nyantai seperti hari-hari biasa. Jalan mulai terlihat padat merayap disepanjang Margonda Raya. Tidak seperti biasanya….kok padat sekali ya, pikirku sambil mikir ada apa ya ?. Hati mulai enggak tenang karena pada pukul 07.30-an WIB mestinya aku sudah berada di jalan Raya Condet, Jakarta Timur namum pada pukul 07.14 ini aku masih di Margonda Raya. Kampretto…aku baru sadar setelah lihat judul di sebuah media yang menuliskan bahwa hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda dan akan ada upacara dibeberapa titik tertentu. Mati aku….!!

     Tanpa basa-basi lagi aku langsung pasang muka serius untuk berubah wujud menjadi Hery Pedrosa. Ini gak bisa santai lagi nih…kalo telat satu detik aja aku langsung mengalami potong gaji. Aku berinisiatif untuk potong jalan melewati komplek tentara Cijantung, karena aku pikir sepanjang jalan Margonda, Lenteng Agung dan Tanjung Barat pasti macet berat karena banyak sekolah disepanjang jalur itu.

     Belum sampai masuk ketengah komplek Cijantung, perasaan makin tidak enak. Betul juga jalan yang biasanya tidak terlalu padat, hari ini sangat padat. Pasrah….aku terjebak di suatu tempat dimana sebagai biker-(aku bukan biker “beneran” yang tergolong sangat patuh peraturan lalu lintas, juga bukan biker yang tahu tentang seluk beluk motor ataupun mesinnya, juga bukan biker yang sering testride macam-macam motor…tapi aku cuma biker yang punya jam terbang sangat tinggi-sejak tahun 1987-2011)-gak bisa berbuat apa-apa dalam mengendarai sepeda motornya, apalagi sampai ngebut cuma untuk ngejar waktu tapi babak belur di bogem tentara, gak lah…bukan gaya Hery Pedrosa yang seperti itu.

     Selepas Komplek Cijantung sudah pukul 07.05 WIB telat setengah jam…!. Aku gak mau ambil kesalahan kedua untuk melewati jalan Condet Raya, disitu banyak sekolah dan juka komplek Rindam. Aku ambil arah lain lewat jalan Kampung Tengah dimana nantinya pun akan tetap keluar di jalan Raya Condet ujung, alias di depan PGC. Lumayan dijalur ini agak sepi, namun sialnya jalur jalan umum dijalan ini banyak sekali bertaburan polisi tidur. Demi menghindari potongan gaji, aku berusaha mempercepat laju motor dengan hanya mengurangi sedikit kecepatan di setiap polisi tidur.  Dalam hati aku cuma mengutuk-ngutuk, kurang ajar sekali orang yang punya kerjaan bikin polisi tidur sebanyak ini. Bentuknya pun tak beraturan, ada yang lancip, bulat pralon, kotak-kotak sampai yang berukuran sebesar anak gunung karakatau. Aku terus memaki-maki dalam hati. Jujur saja jalanku agak terhambat oleh polisi tidur ini. Aku jadi berfikir, seandainya ketergesa-gesa-an ini terjadi pada sang pembuat polisi tidur, dalam hal yang lebih urgent daripada  aku, apakah dia juga akan mengutuk-ngutuk seperti aku…? kalau dia juga mengutuk-ngutuk layaknya aku, baguslah…artinya dia sadar bahwa dia itu adalah makhluk yang “sangat kurang ajar” buat dirinya sendiri dan orang lain.

   Selepas jalan Raya Condet, aku makin pasrah, ternyata jalan Dewi Sartika sudah macet parah, jam sudah menunjukkan pukul 07.35 WIB.  Sudah mati arang pikirku….ngebut ala Casey Stoner pun kayaknya gak mungkin kalau lihat jalurnya seperti ini. Ya sudahlah aku nikmati saja keterlambatan hari ini dengan membuka selebar-lebarnya pintu ikhlas dan membuang jauh-jauh rasa kesal karena keteledoranku sendiri yang lupa akan hari bersejarah ini. Daripada nyumpah-nyumpah gak dapet pahala malah bikin sakit hati karena terlambat, mending mencoba-coba mengingat ucapan sumpah pemuda di tahun 1928 dulu, Alhamdulillah aku masih ingat.

    Sampai dikantor pukul 08.30 WIB telat 1 jam dan dengan sukses menyerahkan hasil potongan gaji absen hari ini pada kas negara, hehehe setidaknya aku telah beramal pada negara meskipun diambil dari hak-ku bekerja selama sebulan penuh.  Tengah hari baru terasa pinggangku sakit sekali, seperti rematik rasanya, nyeri sekali. Setelah di urut sama teman yang “pintar” ngurut katanya sih ini karena terkena benturan dari bawah yang membuat beberapa urat seperti terjepit. Aku pikir ini mungkin karena gayaku tadi mengendarai motor tanpa mengurangi kecepatan dikala melewati polisi tidur, sial. kalo sudah begini aku makin benci dengan polisi tidur yang bikin gak nyaman pengendara terutama sepeda motor.

     Aku bersumpah tidak akan mendukung pembuatan polisi tidur yang se-enak-enaknya aja dan tidak sesuai Undang-Undang yang berlaku,  apalagi dengan bentuk yang bisa mencelakakan dan bikin sakit pinggang….!!!

NB: Aku copas gambar ini dari salah satu blogger otomotif, tapi swear aku lupa blognya siapa…BTW makasih udah gak marah dan mohon ijin copas gambar ya Bra’…Piss.

Cinta Seorang Ayah Pada Puterinya


Adakalanya seorang anak wanita yang telah beranjak dewasa, dimana mereka sedang dalam tugas belajar diperantauan atau dinegeri orang, anak wanita yang telah bersuami dan tinggal jauh dinegeri seberang atau anak wanita dewasa yang bekerja jauh diperantauan akan merasa kangen dengan ibunya.

Lalu apakah mereka juga kengen dengan ayahnya ?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

 

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga…

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,

Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.

Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Ayah tahu……

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:

“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..

Ayah, Bapak, Papa atau Abbie kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Ayah Yang Menakjubkan


Ternyata Ayah itu Menakjubkan

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada
siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,

tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

Ayah benar-benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta
bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?… .mmmmhhh…”tidak terlalu mengecewakan” ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI…..
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan…..
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap
semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya….

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu”
Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya
kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ….
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster…
tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya”.

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat dan
tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri…
karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah…
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Etika, Hati Nurani dan Otak


     Sebagai seorang yang bekerja dengan selalu menggunakan kendaraan bermotor roda dua, adakalanya saya mengalami berbagai macam peristiwa yang kadang sangat menyebalkan, memalukan, menggelikan sekaligus menyedihkan. Dalam beberapa hal penyebab seseorang pengendara kadang bersikap konyol dan memalukan, salah satunya adalah suhu udara. Suhu udara ternyata mempunyai peranan penting dalam “meng-ekplorasi” emosi manusia, terutama bagi para pengendara motor yang lebih sering disebut sebagai Biker. Aku juga merasakan, perbedaan suhu udara ternyata juga secara sengaja dan tidak sengaja sempat mempengaruhi aku dalam etika berkendara di jalan. Memang masih banyak faktor yang sejatinya turut mendukung cuaca dalam mempengaruhi emosi para bikers, misalnya supir angkot yang kadang gak pake etika waktu mau berenti didepan kita, juga para penyebrang jalan sontoloyo yang meskipun udah disediakan sarana aman untuk menyebrang jalan, masih aja berbuat bodoh, main slonong boy sambil mengacungkan ibu jari minta jalan ditengah kepadatan jalan atau cepatnya kendaraan berlalu lalang, atau ada juga biker/carer lain yang dengan gagahnya berjalan pelan di jalur tengah tapi gak mau didahului, ini yang paling aku benci udah bodoh, pelan eh ngotot gak mau didahului, hehehehe….akhirnya aku jadi sering terpancing emosi.

     Situasi emosi akan makin tak terkendali jika semua pendukung yang gak bisa disebutin satu-satu itu dirasakan pada saat matahari ada dua buah di langit, alias di siang hari pada saat musim kemarau (tengah hari robek…bukan tengah hari bolong lagi…). Isi kepala rasanya cekaot-cekot, udah sumpek ngeliat suasana Jakarta yang selalu macet, supir angkot/biskota yang gak pernah mau pake ilmu etika, penyeberang jalan sontoloyo, sesama biker yang juga kadang gak pake etika ditambah lagi panas sinar matahari yang secara gak sopan main poles isi kepala orang sampai mendidih gak karuan…huffffff….cape deh.

     Berbicara tentang etika, kadang aku sebagai pengguna jalan terutama sebagai biker (sejak kapan aku disebut biker…? Ngayal.com) dihadapkan pada dua pilihan yang selalu bertentangan dengan hati nurani, kenapa ? Aku coba memberikan gambaran dari pertentang yang dimaksud diatas.

     Dalam suatu tayangan di media televisi yang aku tonton, suatu kali pernah menayangkan beberapa tips menghindari kajahatan bagi para pemakai kendaraan mobil pribadi di jalan raya. Modus operandi dari kejahatan dijalan raya sangat beragam, ada yang sengaja menebar paku untuk membuat ban kendaraan kempes, menabrakan diri kepada kendaraan yang lewat bahkan ada yang secara terang-terangan merampok secara langsung. Dalam uraian di media televisi disebutkan, jangan pernah percaya terhadap seseorang yang katanya mau membantu masalah anda dijalan dalam bentuk apapun. Dimedia tersebut diberikan anjuran agar tidak mengindahkan (mengacuhkan) seseorang yang tiba-tiba mengetuk kaca kendaraan dan mengatakan sesuatu, terutama bila yang mengetuk kaca tersebut adalah pengendara motor. Dalam hati aku merasa miris, kenapa selalu pengendara motor yang mendapatkan konotasi negatif dalam kejahatan jalan raya.

     Aku punya pengalaman yang sangat mengelikan saat berkendara dijalan ibukota, terkadang dalam perjalan aku melihat salah satu pintu dari kendaraan roda empat ada yang tidak tertutup secara rapat. Niatan hati sudah pasti ingin segera memberitahukan kepada pengendara tersebut, namun hati yang lain berbicara,,,”nanti kamu disangka penjahat loh Her….” aduh buah simalakama, jika terjadi sesuatu pada pintu itu, bukan hanya penumpang didalam kendaraan roda empat itu yang akan celaka, namun juga pengendara lain yang mungkin akan terkena imbasnya dari pintu tersebut. Jadi seringkali aku pada akhirnya mengacuhkan niatan baik tersebut guna menghindari fitnah yang katanya lebih kejam dari pembunuhan….Alamak…!!!

     Pernah juga niatan yang tulus dan rasa kemanusiaan yang tinggi akhirnya malah dibayar dengan sakit hati dan kekecewaan. Suatu kali pernah aku melintas dijalan dimana ada sebuah mobil dinas dari sebuah instansi angkatan yang berisi penuh dengan para serdadu, salah satu pintunya tak tertutup rapat. Aku sengaja mengejar mobil itu dengan harapan dapat memberitahukan kelalaian yang dilakukan oleh para pengguna mobil tersebut, namun rasa senang dapat membantu malah dibayar dengan teriakan dan fitnah….”Apa kamu…!!! ketuk-ketuk kaca mobil…!!! mau dibawa apa…!!!….kamu teroris ya…!!!” Aduh Mak…!! bisa mati konyol saya, tapi niatan baik akan segera dicatat sebagai pahala bila niatan itu dilaksanakan, maka dengan sedikit menekankan suara pada irama yang paling rendah saya bilang….”maaf pak, pintu sebelah kanan masih belum rapat….”. Tanpa bilang terima kasih mereka terus jalan setelah merapatkan pintu yang dimaksud, beberapa dari mereka masih melotot kearahku seakan-akan ingin melahap aku yang mungkin harimau sendiri aja ogah dan gak doyan makan aku….!

     Demikian juga pengalaman lain, disaat pulang kerja, didepan aku ada sebuah mobil van, yang pintu belakangnya tak tertutup baik, aku lihat banyak berbagai macam mainan anak-anak dan beberapa benda lainnya terdapat disana. Aku mendahului mobil tersebut, sambil mengingatkan kelalaian mereka, tapi dengan “sopan” nya mereka malah menutup kaca kendaraannya dan melaju kencang. Lebih kencang meninggalkan aku yang tergangga tak mengira mendapar perlakuan ajaib dari kaum borjouis tersebut. Amboiiiii….manisnya sikap kaum borjouis pribumi kita. Tapi niatan baik tetap niatan baik, gak akan berubah. Aku ikuti mobil itu sambil terkadang harus berhenti memunguti boneka-boneka yang terjatuh kejalan. Ada sekitar 4 boneka dan satu bantal tidur anak-anak berwarna merah maroon bergambar Dora. Baru ketika kendaraan itu harus berhenti di sebuah U Turn, kesempatan aku untuk mengembalikan benda-benda itu bisa aku lakukan. Tanpa permisi, tanpa basa-basi aku berhenti tepat didepan kap mesin kendaraan, semua benda-benda yang terjatuh aku letakkan diatas kap mesin, lalu tanpa permisi dan basa-basi pula aku melanjutkan perjalanan pulang. Dari kaca spion aku lihat pengendara mobil itu turun dan terbengong-bengong dengan benda-benda yang dia kenal ada di atas kap mesinnya, entah apa yang dipikirkannya saat itu, tapi yang pasti aku sudah membuat anak mereka tak kehilangan mainan kesayangnnya. Fiiiuuuhhhhhhh…..

     Lantas dimana hati nurani dan etika dapat disejajarkan dalam berkendara ? Rasanya kedua sifat itu agak sulit untuk dapat  saling disejajarkan. Keduanya seperti berjalan sendiri-sendiri disesuaikan dengan maksud dan tujuannya masing-masing. lalu bagaimana dengan otak…? ternyata kekayaan tidak selalu berbanding lurus dengan daya pikir alias kepintaran. Tapi satu yang sejatinya tetap ada di dalam diri manusia, adalah niatan baik. Niatan baik harus tetap kita punya…karena biar bagaimanapun kebaikan tak akan bisa kita lakukan tanpa ada niat baik….waspadalah….waspadalah….!!!

Korban Ranjau Paku


     Beberapa waktu yang lalu dalam pemberitaan media televisi dibahas tentang maraknya penyebaran paku di jalan raya. penyebaran paku disinyalir karena adanya kerjasama antara pemilik bengkel tambal ban pinggir jalan dengan preman sekitar lingkungan si tukang tambal ban itu mencari nafkah. Berdalih kondisi ekonomi yang membebani hidup mereka, praktek kejahatan ranjau paku ini sudah sangat meresahkan pengguna jalan, terutama para biker yang masih menggunakan ban dalam untuk penggunaan rodanya, seperti saya ini. (gimana rasanya pakai celana tanpa celana dalam ya….gaknyambung.com). Modus operandinya terlihat sangat sederhana, sipetugas penyebar paku hanya melakukan kegiatan seolah-olah sedang menyebrang jalan, namun dari kedua kepal tangannya menjatuhkan paku ditengah jalan. Jarak penebar dengan bengkel tambal ban semestinya tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 50-100 meter, dengan anggapan agar si korban tidak curiga terhadap bengkel tambal ban yang sudah menunggu di pinggir jalan. Rasanya percuma teori ini dipakai oleh penebar dan tukang tambal ban yang memang punya kegiatan jahat, karena selama ini para pengendara motor yang mengalami kebocoran ban pasti berasumsi, bahwa pelaku penebar paku itu adalah si tukang tambal ban itu sendiri. Namun siapa yang berani menuduh secar langsung….paling-paling membatin dalam hati.

     Pasukan penyebar paku sekarang makin kreatif dan makin bringas dalam menciptakan jebakan-jebakan yang merugikan pengendara bermotor. Terkadang dalam keadaan kesusahan, pengendara motor yang menjadi korban malah semakin menjadi korban pemerasan atau bahkan korban perampokan. Hal ini pernah terjadi menurut laporan kepolisian DKI Jakarta beberapa pengendara kendaraan roda empat yang mengalami kebocoran ban, menjadi korban perampokan dimana isi mobilnya dijarah oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Dari jenis paku yang disebar juga beragam bentuk dan fungsinya. Pada awal-awalnya paku yang disebar hanya berupa paku biasa atau kawat-kawat biasa, namun seiring kemajuan perkembangan ban yang semakin canggih, maka semakin beragam pula penebar paku menyiasati korbannya. Dulu hanya dengan paku biasa saja, ban sepeda motor atau mobil bisa langsung kempes ditempat. Namun sekarang, sebuah paku asbespun tidak akan bisa membuat ban motor atau mobil lnagsung kempes ditempat jika pengendara kendaraan tersebut menggunakan jenis ban Tubbless. Hal ini membuat pikiran jahat penebar paku makin kreatif. Mereka sekarang tidak hanya menebar paku biasa namun juga menebar potongan batang payung yang mempunya rongga ditengah. Maka jika potongan batang payung tersebut menembus ban jenis Tubbless sekalipun maka ban itu akan kempes ditempat, karena rongga yang ada dibatang tersebut bertugas mengeluarkan udara didalan ban. Cukup kreatif dan sangat licik.

     Minggu ini saya mengalami nasib naas secara berturut-turut sebanyak dua kali terkena ranjau paku ditempat yang sama dan ditambal ditempat yang sama dengan paku yang sama jenisnya. Paku itu berjenis seperti mur yang mempunyai kepala, saya tak tahu paku apa namanya. (lihat gambar) 

Kejadian ini terjadi di sepanjang jalan Gatot Subroto arah cawang menuju sekitar menara Saidah/stasiun cawang. Lumayan juga menuntun motor sejauh 100 meter ke tukang tambal ban. Ternyata ditempat tambal ban sudah antre dua korban dengan salah satu korban terkena  jenis paku yang sama dengan saya, tak lama berselang datang lagi dua korban ranjau paku menuju bengkel yang sama. Ya…ampun nyari uang dengan cara seperti ini apa bisa cepat kaya ya….kasihan seorang ibu yang harus menuntun motor bersama anaknya yang masih balita…kasihan…kasihan.