SPASI


Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda ?  Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi ?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak ?  Dan saling menyayang bila ada ruang ?  Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin dicekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

 

 

 

Dicontek habis dari karya Prosa Dewi Lestari atau lebih dikenal dengan nama Dee Lestari pada kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade-nya dalam buku Filosofi Kopi.

Sengaja aku menyadur habis karya Prosa milik Dewi Lestari pada kumpulan cerita dan prosa satu dekade nya ini. Bukan karena ingin memanfaatkan kehebatan orang lain untuk mengisi blog milikku ini, tapi sungguh, aku hanya merasa sayang untuk tidak memasukkan karya indah ini kedalam blog aku. Sebuah buku bisa saja hilang, mungkin dipinjam atau di bredel oleh pihak berwenang, terlebih lagi daya ingatku kacau balau, jadi sebisa mungkin sebelum hal itu terjadi pada buku milik aku, aku ingin mengabadikannya dalam sebuah blog. Memang sebuah blog pun akan bisa juga hilang bilang penyedia situs ini mematikan usahanya, atau dunia kiamat pada saat ini, tapi aku yakin hal itu tidak akan terjadi dalam waktu yang singkat. Alias masih lama, wallahu alam bisawab…

Sekarang hanya satu yang aku takutkan, yaitu…DEWI LESTARI MENUNTUTKU ATAS PEMUATAN KARYANYA INI……!!!! OH TUHAN JANGAN SAMPAI HAL ITU TERJADI…..AMIN.

Jadi aku mohonkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pemilik asli karya ini atas kesengajaan yang aku lakukan untuk memuat karyanya dalam blog milikku dan aku juga berharap sang pemilik karya ini tidak menuntut aku atas pemuatan karyanya ini kedalam blog milikku. Karena aku yakin, tanpa rekomendasi siapapun, karya-karya mu adalah yang terbaik saat ini.

Juga untuk pembaca blog ini aku mohon maaf jika aku belum bisa membuat karya asli sebuah prosa atau apapun dalam blog ini, tapi sungguh aku akan belajar untuk memulainya, do’a kan saja.

Demikian, saya sampaikan, atas pengertiannya saya ucapkan terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s